DPR Mendorong Pabrik Gula Segera Maksimalkan Serapan Tebu Petani!

Jakarta, Maret.id — Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) baru-baru ini memberikan dorongan kepada pabrik gula nasional untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen tebu para petani. Langkah ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas gula serta memperkuat kesejahteraan petani tebu di berbagai daerah di Indonesia.
Pentingnya Optimalisasi Serapan Tebu Petani
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menekankan bahwa peningkatan kinerja industri gula nasional harus berjalan beriringan dengan optimalisasi serapan tebu dari petani. Menurutnya, keberhasilan industri gula tidak hanya diukur dari produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap petani yang merupakan bagian penting dalam rantai pasok gula nasional.
“Jika pabriknya bagus dan produktivitasnya tinggi, serapan tebu petani juga tinggi. Poinnya kami dari Komisi VI DPR RI mendukung industri gula dalam negeri,” ujar Anggia dalam kunjungan ke Pabrik Gula (PG) Ngadirejo di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Proses Pengolahan Tebu di PG Ngadirejo
Dalam kunjungannya, Anggia juga berkesempatan melihat langsung proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih. Ia berdialog dengan jajaran manajemen pabrik untuk meninjau kesiapan musim giling tahun 2026. Dari hasil peninjauan tersebut, terungkap bahwa PG Ngadirejo telah menyiapkan proyeksi untuk musim giling, termasuk target perolehan bahan baku tebu, guna mendukung peningkatan produksi gula nasional.
Anggia memberikan apresiasi atas kinerja PG Ngadirejo yang dinilai menunjukkan perkembangan positif. “Saya melihat Pabrik Gula Ngadirejo performanya bagus dan hasilnya bisa meningkat dari sebelumnya,” tambahnya.
Sinergi untuk Penguatan Sektor Gula
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, juga mengapresiasi perhatian dan dukungan Komisi VI DPR RI terhadap upaya penguatan industri gula nasional. Ia menjelaskan bahwa dukungan terhadap sektor gula, termasuk perbaikan tata niaga dan penguatan ekosistem industri gula, merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta mendorong semangat para petani untuk terus meningkatkan produksi tebu mereka.
Mahmudi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPR, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan petani dalam mewujudkan industri gula nasional yang lebih kuat dan berdaya saing. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat peningkatan produktivitas industri gula domestik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani tebu serta perekonomian nasional.
Peningkatan sinergi dan dukungan yang kuat diharap bisa menjadikan industri gula di Indonesia semakin robust, dan mampu mendukung target swasembada gula nasional yang selama ini diusung oleh pemerintah. Dengan langkah-langkah kongkret dari semua pihak, diharapkan petani tebu dapat menikmati hasil yang adil dan peningkatan kesejahteraan yang diharapkan bersama.



