Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Meningkat Menjadi 6 Orang!

Jakarta, Maret.id — Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah melaporkan bahwa jumlah korban akibat ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak, Papua, telah meningkat menjadi enam orang. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
Pencarian Korban Diperluas
Tim gabungan terus meningkatkan upaya pencarian korban pasca-ledakan. Hingga hari ketujuh setelah kejadian, upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya enam korban meninggal dunia. Tiga korban lainnya masih dalam upaya pencarian oleh tim yang bekerja tak kenal lelah. Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKBP Clief Gerald Philipus Duwith, mengungkapkan bahwa penyisiran di area yang diduga menjadi pusat ledakan telah selesai dilakukan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyisiran yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana, area Ring 1 telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif. Namun, kami merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki area tersebut sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai,” kata Duwith dalam keterangan pers.
Keamanan di Sekitar Lokasi
Meski area sumber ledakan telah dinyatakan aman, aparat keamanan masih memberlakukan pembatasan akses dan pengamanan ketat di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berlanjut. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menekankan bahwa fokus utama pihaknya adalah menemukan tiga korban yang belum ditemukan serta memastikan proses identifikasi korban berjalan dengan baik.
“Kami menekankan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Response dari Polda Papua
Area pencarian telah diperluas hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan, mencakup Ring 1 dan Ring 2. Sementara itu, semua korban luka telah didata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor. Saat ini, mereka menjalani perawatan jalan dan terus dipantau oleh tenaga kesehatan serta pihak RSUD Biak.
Kombes Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascaledakan. “Kami menghargai semua personel dan instansi yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. Keharmonisan antara instansi menjadi kunci dalam penanganan peristiwa ini, baik dalam proses pencarian korban, identifikasi, maupun pengamanan lokasi,” ujarnya.
Dengan meningkatnya jumlah korban dan situasi yang terus berkembang, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti semua arahan dari pihak berwenang. Tim gabungan berkomitmen untuk menyelesaikan pencarian dan penanganan pasca-peristiwa ini dengan sebaik-baiknya.





