Purbaya Jamin Pengrajin Tahu Tempe Kembali Sejahtera, Rupiah Menguat!

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk melindungi daya beli masyarakat serta mengurangi biaya produksi. Kebijakan ini khususnya berpengaruh bagi pelaku usaha kecil, seperti pengrajin tahu dan tempe, yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Stabilitas Rupiah untuk Harga Pokok
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah sangat krusial untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Dengan nilai tukar yang lebih stabil, pelaku usaha dapat menekan biaya produksi dan tidak perlu membebankan kenaikan cost kepada konsumen.
“Para penjual tempe dan tahu sudah mengalami penurunan keuntungan karena terpaksa menaikkan harga akibat biaya bahan baku yang diimpor. Ini jelas meningkatkan cost of production mereka,” ujar Purbaya dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung DPR, Jakarta.
Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi agar nilai tukar rupiah bergerak lebih stabil. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga secara umum.
“Dengan kebijakan yang lebih baik, kita berharap akan ada stabilitas rupiah yang lebih kuat. Hal ini tentu akan memberikan kenyamanan bagi pedagang tahu tempe dan juga ibu-ibu rumah tangga dalam menghadapi harga yang lebih baik,” kata Purbaya.
Koordinasi Fiskal dan Moneter yang Kuat
Lebih lanjut, pemerintah akan memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk memastikan efektivitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas pasar keuangan. Purbaya menekankan bahwa sinkronisasi kebijakan yang baik sangat penting bagi perekonomian, baik di level makro maupun mikro.
“Kita harus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik dan percepatan perkembangan ekonomi dapat terus berlanjut. Dalam prosesnya, kami akan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia,” tambahnya.
Purbaya optimis bahwa dengan penguatan kerjasama antara kebijakan fiskal dan moneter, fundamental rupiah dapat kembali ke kondisi yang lebih sehat dan stabil. “Jika kebijakan sudah berjalan selaras, ini akan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah,” tutupnya.
Pernyataan Menteri Keuangan ini mencerminkan tekad pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang terus berubah dan mempengaruhi perekonomian domestik, terutama dalam menghadapi inflasi dan fluktuasi nilai tukar.





