Lokal

Sulawesi Utara Diterpa Gempa M5,8 Pasca Bencana Besar Siaga Penuh

Tahuna, Maret.id — Sulawesi Utara kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 11.46 WIB. Gempa ini merupakan bagian dari aktivitas seismik yang meningkat di wilayah tersebut sejak pagi hari.

Pusat Gempa dan Kedalaman

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 127 kilometer barat laut Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Koordinat gempa terletak pada 4,74 derajat Lintang Utara dan 125,30 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 29 kilometer.

Rangkaian gempa yang mengguncang Sulawesi Utara ini tidak berhenti pada satu kejadian. Sebelumnya pada hari yang sama, dua gempa dengan kekuatan masing-masing 3,8 dan 4,0 terjadi dalam waktu yang berdekatan. Gempa pertamanya terjadi pada pukul 11.07 WIB, berpusat 165 kilometer barat laut Melonguane dan diikuti oleh gempa kedua 10 menit kemudian.

Peringatan Dini Tsunami dan Kenaikan Muka Air Laut

BMKG juga memberikan informasi terkait gempa yang lebih besar dengan magnitudo 7,7 yang sebelumnya memicu peringatan dini tsunami. Dalam pemantauan mereka, beberapa titik pengamatan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut, seperti di Tahuna yang tercatat setinggi 0,30 meter.

Namun, BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami itu telah resmi berakhir. Masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait potensi gempa susulan yang mungkin masih terjadi.

Dampak Gempa dan Upaya Pemantauan

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat serangkaian gempa yang terjadi. Otoritas terkait terus berupaya melakukan pemantauan di daerah terdampak untuk memastikan keselamatan penduduk.

Masyarakat di daerah rawan gempa diharapkan untuk tetap peka terhadap informasi terbaru dan selalu siap siaga. Mengingat Indonesia terletak di zona cincin api Pasifik, kejadian seperti ini menjadi pengingat pentingnya kesiap-siagaan menghadapi potensi bencana alam.

Melalui informasi ini, diharapkan masyarakat tetap tenang namun waspada, memahami pentingnya pengetahuan mengenai prosedur evakuasi dan pengamanan saat bencana terjadi. Penanganan dini yang tepat bisa menyelamatkan banyak nyawa dalam situasi darurat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button