Gaya Hidup

Kasus DBD di Bekasi Tembus 1.583, 3 Meninggal!

Jakarta, Maret.id — Dinas Kesehatan Kota Bekasi melaporkan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 yang mencapai 1.583 kasus. Data tersebut merupakan catatan yang terakhir diperbarui pada 2 Mei 2026 dan disampaikan dalam keterangan resmi yang dirilis pekan ini.

Rekap Kasus dan Angka Kematian

Dari total 1.583 kasus, Dinas Kesehatan mencatat tiga pasien dilaporkan meninggal dunia akibat DBD pada tahun ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati, menegaskan bahwa angka kematian menjadi perhatian utama meski jumlahnya relatif kecil dibanding total kasus.

Kelompok Usia Paling Terkena Dampak

Distribusi kasus menunjukkan kelompok usia produktif 14-44 tahun paling banyak terdampak dengan 775 kasus tercatat. Posisi kedua ditempati kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 442 kasus, diikuti usia 44 tahun ke atas dengan 224 kasus.

Angka untuk kelompok usia sangat muda juga tercatat signifikan dengan 141 kasus pada rentang usia 1-4 tahun dan 22 kasus pada usia satu tahun ke bawah. Vevie menyatakan pola tersebut menunjukkan DBD menyerang lintas kelompok usia sehingga upaya pengendalian harus menyasar semua lapisan masyarakat.

Tren Tiga Tahun Terakhir

Menurut Dinas Kesehatan, tren kasus DBD mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir, dengan 1.220 kasus pada 2023, lonjakan drastis menjadi 4.187 kasus pada 2024, dan penurunan tipis menjadi 4.045 kasus pada 2025. Pihak dinas menilai meskipun terjadi penurunan pada 2025, angka kasus masih jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 sehingga risiko transmisi tetap tinggi.

Vevie memperingatkan bahwa pola kenaikan pada 2024 menunjukkan potensi ledakan kasus jika pengendalian vektor tidak dilakukan secara konsisten dan terukur. Dia menambahkan bahwa data terbaru tahun 2026 perlu menjadi dasar evaluasi strategi pemberantasan sarang nyamuk.

Upaya Pengendalian dan Imbauan Publik

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau warga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam membasmi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang menampung air serta menerapkan tindakan tambahan seperti menggunakan kelambu dan obat nyamuk.

Selain itu, otoritas setempat akan mengintensifkan kegiatan fogging di titik-titik rawan serta memperkuat surveilans kasus dan pemberian edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas. Dinas juga mendorong kader kesehatan dan petugas lapangan untuk melakukan pemantauan rutin agar penanganan pasien lebih cepat dan risiko komplikasi berkurang.

Catatan akhir menunjukkan bahwa penanggulangan DBD membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan upaya terpadu, pemerintah daerah menargetkan penurunan kasus pada semester kedua 2026 dan pencegahan terjadinya kematian lebih lanjut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button