Waspada Efek Samping Angin Duduk: Pentingnya Kesadaran Kesehatan!

Jakarta, Maret.id — Daewoong Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengadakan sesi edukasi bernama Heart Talk, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit kardiovaskular. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang World Heart Day dan menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda bahaya nyeri dada.
Kesadaran akan Gejala Nyeri Dada
Acara ini menyoroti bahwa banyak pasien yang sering kali tidak mengenali nyeri dada sebagai gejala serius, dan lebih memilih untuk menganggapnya sebagai masalah umum seperti masuk angin biasa. Hal ini menjadi perhatian, karena gejala tersebut sebenarnya bisa merupakan tanda awal angina pektoris, kondisi jantung yang memerlukan perhatian medis segera.
Banyak orang yang merasakan nyeri dada lebih memilih pengobatan tradisional, seperti kerokan, daripada mencari penanganan medis yang tepat. Padahal, nyeri dada sering kali disebabkan oleh pembuluh darah jantung yang tersumbat, sehingga gejala yang muncul bisa sangat berat, seperti perasaan tertekan di dada dan sesak napas.
Statistik Mengerikan tentang Penanganan Angina Pektoris
Berdasarkan studi One ACS Registry yang melibatkan 14 rumah sakit di Indonesia, hanya 21,8 persen pasien infark miokard menerima terapi reperfusi untuk membuka kembali pembuluh darah dalam waktu tiga jam setelah gejala muncul. Temuan ini menunjukkan banyak pasien gagal mengenali gejala awal nyeri dada, dan baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah memburuk.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya edukasi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan memahami gejala yang mungkin mengindikasikan masalah jantung. Hal ini diharapkan bisa meminimalisir dampak dari angina pektoris yang sering diabaikan.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
Daewoong dan PERKI menyerukan pentingnya kesadaran untuk tidak menganggap sepele gejala nyeri dada yang dapat mengarah pada angina pektoris. Docotr spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC, mengingatkan bahwa angin duduk sering dianggap masalah kesehatan yang ringan, namun sebenarnya merupakan gejala serius.
Dengan adanya sesi Heart Talk ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan dini dan tidak ragu untuk mencari bantuan medis. Setiap gejala yang muncul, terutama yang berkaitan dengan jantung, seharusnya tidak dianggap remeh dan harus ditanggapi dengan serius.
Edukasi yang dilakukan oleh Daewoong dan PERKI menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit jantung. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan mendorong tindakan preventif yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.





