Dua awak Apache AS selamat usai jatuh dekat Oman, memanas ketegangan Teluk!

Jakarta, Maret.id — Militer Amerika Serikat mengonfirmasi dua awak helikopter tempur AH-64 Apache berhasil diselamatkan setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh di dekat pantai Oman saat menjalankan patroli di perairan regional.
Kedua personel tersebut dilaporkan dievakuasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung sekitar dua jam setelah kecelakaan terjadi.
Waktu dan lokasi kejadian
Menurut pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), insiden terjadi pada 8 Juni 2026 sekitar pukul 19.33 waktu Timur Amerika Serikat (ET). Lokasi jatuh dilaporkan berada di perairan dekat pantai Oman, kawasan yang berdekatan dengan Selat Hormuz dan jalur pelayaran internasional strategis.
Detail evakuasi dan kondisi awak
Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai unsur militer Amerika Serikat dan dipimpin oleh CENTCOM dengan dukungan unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara. CENTCOM menyatakan kedua awak dalam kondisi stabil setelah proses evakuasi, namun tidak merinci lebih lanjut mengenai kondisi medis atau lokasi perawatan mereka.
Unsur militer yang dikerahkan
Penyelamatan mendapat dukungan dari Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) serta unit-unit Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk Task Force 59 di bawah Armada ke-5 AS. Jajaran tersebut bekerja sama untuk mengevakuasi awak dan meninjau situasi di lokasi kejadian.
Pihak militer belum merilis informasi rinci mengenai keadaan helikopter setelah jatuh, termasuk kerusakan pada pesawat dan apakah ada materi yang diamankan di lokasi. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan formal oleh otoritas militer yang berwenang.
Klaim dan respons publik
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut helikopter tersebut ditembak jatuh oleh Iran, dan menyatakan akan ada tindakan balasan. Pernyataan ini merupakan klaim yang belum dikonfirmasi oleh pernyataan resmi militer AS, yang hingga kini belum menyampaikan dugaan awal penyebab kecelakaan secara publik.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan yang kerap menjadi titik fokus operasi patroli dan pengamanan internasional. Para pengamat mencatat bahwa setiap insiden di sekitar Selat Hormuz dapat berdampak pada keamanan navigasi dan dinamika geopolitik regional.
Penyelidikan dan langkah selanjutnya
Komando Pusat AS menegaskan penyelidikan independen sedang berlangsung untuk menentukan penyebab jatuhnya helikopter dan mengumpulkan bukti di lapangan. Hasil penyelidikan diharapkan akan disampaikan setelah otoritas terkait menyelesaikan pemeriksaan teknis dan forensik.
Sementara itu, militer AS menyatakan akan terus menjalankan operasi patroli dan pengamanan di perairan Timur Tengah sesuai tugasnya. Pihak berwenang juga menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan personel serta keamanan jalur pelayaran internasional yang melewati kawasan tersebut.





