Nasional

Dudung Jelaskan Penutupan Banyak SPPG, Ungkap Niat Baik Penataan MBG!

Jakarta, Maret.id — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman mengonfirmasi bahwa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menghentikan operasinya. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan penataan ulang terhadap SPPG untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyaluran bantuan gizi kepada masyarakat.

Pemerintah Lakukan Penataan Ulang SPPG

Dudung mengungkapkan, “Banyak, bukan beberapa lagi SPPG yang akan ditata ulang. Ini kan Bu Nanik sedang banyak konsentrasi mengenai penataan organisasi dan lainnya,” ujarnya dalam suatu pernyataan di kantornya pada Rabu, 10 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan gizi dapat diberikan kepada kelompok yang memang membutuhkan.

Efisiensi yang dimaksud oleh Dudung bukan berarti pengurangan anggaran secara drastis, melainkan memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat. “Contoh, misalnya SMP Aloysius di Jakarta. Seharusnya yang berhak menerima manfaat sebenarnya hanya 40 persen. Ini yang akan kami hitung kembali,” jelasnya.

Jawaban BGN Terkait Isu Anggaran

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, sebelumnya telah menjawab isu yang beredar tentang SPPG yang menghentikan operasional karena keterlambatan proses pencairan anggaran. Ia menyatakan bahwa sebagian anggaran telah dicairkan sejak Jumat, 5 Juni 2026, yang dipastikan akan kembali mengoperasikan SPPG yang terhenti.

“Ada bagian dari hoaks, semua itu sudah dicairkan sejak hari Jumat. Sebanyak 27.877 sudah masuk dan kini sudah operasional,” ujar Nanik di Kompleks Istana, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. Menurutnya, beberapa SPPG kembali mendapatkan pencairan anggaran pada hari yang sama.

Total Anggaran yang Dicairkan Mencapai Rp5 Triliun

Lebih lanjut, Nanik menginformasikan bahwa total anggaran yang telah dicairkan pada hari tersebut mencapai Rp5 triliun. “Seni ini juga dicairkan. Kami mendapat laporan sekitar Rp5 triliun yang telah dicairkan hari ini,” paparnya.

Dalam situasi yang terus berkembang ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan gizi masyarakat serta memastikan bahwa setiap bantuan diberikan kepada yang benar-benar berhak. Penataan ulang SPPG diharapkan dapat membawa dampak positif untuk kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama anak-anak dan remaja yang merupakan penerima manfaat utama dari program ini.

Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan semua pihak dapat lebih memahami dan mendukung upaya pemerintah dalam memastikan setiap warga negara mendapatkan akses gizi yang memadai dan berkualitas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button