Gaya Hidup

Untu Rilis Batara Kala: Death Thrash Gamelan Jawa!

Jakarta, Maret.id — Grup musik experimental death thrash asal Yogyakarta, Untu, merilis video musik dan single berjudul “Batara Kala” pada awal Juni 2026 yang memadukan elemen gamelan Jawa secara sentral dalam struktur komposisinya.

Peluncuran dan perhatian publik

Peluncuran video musik “Batara Kala” berlangsung pada awal Juni 2026 dan segera menarik perhatian komunitas musik independen nasional. Unggahan resmi band di akun Instagram @untu.musik pada 6 Juni 2026 menjadi titik awal perbincangan luas di kalangan penggemar musik ekstrem.

Pendekatan musikal yang berbeda

Dalam karya ini, Untu menempatkan gamelan bukan sekadar aksen etnik, melainkan elemen utama yang berintegrasi secara struktural dengan karakter agresif death thrash. Pendekatan tersebut menghasilkan palet suara yang menggabungkan nuansa sakral tradisi Jawa dengan intensitas dan dinamika musik metal kontemporer.

Perpaduan tradisi dan ekstrem

Band menjelaskan bahwa ketukan gamelan dan struktur musikal Jawa diintegrasikan ke dalam komposisi cepat tipikal death thrash untuk menciptakan identitas musikal baru. Eksperimen ini membuka kemungkinan pengembangan arah musik ekstrem yang berakar pada budaya lokal tanpa kehilangan energi genre metal.

Tema lirik: Ruwatan dan waktu

Secara tematik, “Batara Kala” mengangkat konsep Ruwatan yang dikenal dalam tradisi Jawa, yakni ritual untuk memohon perlindungan dari bahaya dan marabahaya. Namun lagu ini tidak membidik penyelesaian spiritual yang menenangkan, melainkan menampilkan waktu sebagai kekuatan tak terelakkan yang membentuk nasib manusia.

Perjalanan dan formasi kelompok

Asal-usul Untu berawal dari sebuah proyek kolektif di Los Angeles pada 2014 yang melibatkan sekitar lima belas musisi, sebelum kembali dan bertransformasi menjadi kelompok dengan formasi lebih ringkas di Indonesia. Saat ini, enam musisi menjadi inti pembentuk karakter musik Untu yang memadukan perangkat gamelan dengan instrumen metal modern.

Inspirasi budaya dan kolaborasi

Pengaruh seni pertunjukan tradisional seperti Jathilan turut mewarnai arah musikal Untu, sehingga elemen ritual dan performatif terintegrasi ke dalam penggarapan komposisi. Kolaborasi antara pemain gamelan dan formasi metal menjadi fondasi utama yang mereka gunakan untuk memperluas dialog antara tradisi budaya dan arus musik kontemporer.

Respon penggemar dan prospek

Respons dari skena underground dan penggemar metal relatif positif, dengan komentar yang memuji bagaimana unsur gamelan terasa sebagai bagian utuh dari lagu, bukan sekadar ornamen. Dengan “Batara Kala”, Untu berupaya membuka ruang diskusi tentang bagaimana musik ekstrem dapat berakar pada identitas lokal dan berpotensi menarik perhatian pendengar yang mencari pengalaman musikal baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button