Ruas Pansela Tulungagung Rampung, Akses Destinasi Wisata Dibuka

Tulungagung, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berhasil menyelesaikan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penyelesaian proyek yang menyangkut jalur sepanjang 51,56 kilometer ini diharapkan dapat meningkatkan akses menuju beragam destinasi wisata pesisir di wilayah tersebut.
Pansela Terhubung, Akses Wisata Meningkat
Selesaian terakhir dari proyek ini adalah ruas Brumbun-Sine, yang sebelumnya menghadapi kendala longsor di beberapa titik. Menurut Menteri PUPR Dody Hanggodo, dengan terhubungnya ruas ini, kini seluruh koridor Pansela di Tulungagung telah dapat digunakan. “Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa,” ungkapnya.
Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat
Dengan selesainya jalur ini, akses menuju berbagai objek wisata di pesisir selatan seperti Pantai Sine, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, dan Pantai Brumbun menjadi lebih mudah. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, terutama di sektor perdagangan dan pariwisata.
Kementerian PUPR mencatat bahwa akses yang lebih baik akan memberi dorongan bagi usaha kecil di bidang kuliner, jasa wisata, dan perikanan. Pembangunan jalur ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat konektivitas di wilayah pesisir yang memiliki potensi besar namun selama ini terabaikan.
Jalur Pansela, bagian dari Pembangunan Nasional
Secara keseluruhan, jalur Pansela di Jawa Timur memiliki panjang 628,39 kilometer, dan menjadi bagian dari proyek pembangunan yang lebih besar di Pulau Jawa. Targetnya, Pansela Jawa akan terhubung lebih dari 1.500 kilometer, yang diyakini akan membawa dampak signifikan bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di seluruh pulau.
Proyek ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, terutama di daerah yang sangat membutuhkan pengembangan. Para ahli menyatakan bahwa konektivitas yang lebih baik tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Dengan rampungnya proyek ini, masyarakat di sekitar kabupaten Tulungagung diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari aksesibilitas yang lebih baik, baik dari segi pariwisata maupun perekonomian lokal. Ke depannya, pengembangan infrastruktur diharapkan terus dilanjutkan untuk mendorong pertumbuhan wilayah di Indonesia.
