Pemprov DKI Jakarta Batalkan Car Free Day pada 14 Juni 2026 karena Alasan Tertentu

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil keputusan penting dengan meniadakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu, 14 Juni 2026. Langkah ini diambil karena pada tanggal tersebut berlangsung sebuah kegiatan internasional yang melibatkan sejumlah ruas jalan utama di ibu kota.
Keputusan ini disampaikan secara resmi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melalui akun media sosial mereka pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam pengumuman tersebut, Dishub menjelaskan, “Pada Minggu 14 Juni 2026, HBKB di Jalan Jend Sudirman, M.H Thamrin, dan H.R Rasuna Said ditiadakan.”
Alasan Peniadaan HBKB
Peniadaan car free day (CFD) ini berlaku pada tiga koridor utama yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan HBKB. Kebijakan tersebut diambil mengacu pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016, yang memperbolehkan penyesuaian atau peniadakan HBKB dalam kondisi tertentu. Mengingat pentingnya acara internasional yang akan dilaksanakan, Dishub DKI mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas yang berlaku.
Ajang Internasional yang Terjadi
Pengumuman sebelumnya menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan menutup sejumlah ruas jalan di Jakarta pada 13 dan 14 Juni 2026. Penutupan jalan ini berkaitan dengan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik perhatian banyak pelari dari dalam dan luar negeri serta wisatawan, menambah semarak kota Jakarta.
Pengaturan dan Imbauan Lalu Lintas
Jalan-jalan protokol yang terdampak oleh penutupan dan peniadaan HBKB ini meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, dan Monas. Selain itu, Jalan HR Rasuna Said, Simpang Semanggi, serta kawasan Senayan dan Kuningan juga akan mengalami pengaturan lalu lintas yang signifikan.
Dishub DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi tentang rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan selama kegiatan berlangsung. Warga disarankan untuk menggunakan transportasi umum atau menyesuaikan waktu perjalanan. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan dan memastikan kelancaran lalu lintas, khususnya di pusat kota pada hari yang sibuk tersebut.
Dengan adanya kegiatan internasional ini, diharapkan Jakarta semakin dikenal sebagai kota yang ramah terhadap event internasional. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dengan positif, mendukung penyelenggaraan acara ini sambil tetap mematuhi ketentuan lalu lintas yang ada.
