Politik

Said Abdullah: Respon Tegas Pemerintah Hadapi Tekanan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyerukan kepada pemerintah untuk membuka diri terhadap kritik di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam keterangannya, ia mengusulkan tiga langkah strategis yang diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pentingnya Respons Terhadap Kritik

Said Abdullah menegaskan bahwa penting bagi pemerintah untuk tidak terus-menerus menyalahkan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan. Dia berpendapat bahwa fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada penguatan respons domestik terhadap tantangan ekonomi. “Kita tidak perlu menuding keluar, mengapa The Fed memilih kebijakan hawkish, karena itu di luar kendali kita,” tegasnya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa pemerintah harus siap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, langkah pertama yang perlu diambil adalah meningkatkan keterbukaan terhadap kritik dan masukan dari publik.

Tiga Langkah Strategis untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar

Dalam pandangan Said, terdapat tiga langkah penting yang harus dilakukan pemerintah untuk memulihkan kepercayaan pasar. Pertama, menjaga konsistensi kebijakan sangat krusial. Dikatakannya, kebijakan yang tidak konsisten dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.

“Pemerintah hendaknya tidak mengumumkan kebijakan yang masih prematur, dan lebih membangun dialog multi stakeholder yang produktif atas rencana kebijakan,” ujarnya. Langkah kedua yang disarankan adalah menjaga kesehatan fiskal negara.

Said menilai bahwa usulan defisit RAPBN 2027 dalam kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan sinyal positif bagi pasar. Ia percaya jika realisasi defisit APBN tahun berjalan mampu ditekan lebih rendah dari target, maka hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor.

Pentingnya Tata Kelola dan Transparansi di Pasar Modal

Langkah ketiga yang ditekankan Said adalah pentingnya pembenahan tata kelola pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menilai transparansi kepemilikan saham dan peningkatan porsi saham publik sangat penting dalam membangun kepercayaan investor.

“OJK perlu segera memperbaiki tata kelola bursa agar pasar modal kita semakin sehat, transparan, dan kompetitif,” tegas Said. Ia juga menyoroti bahwa masalah tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus menjadi perhatian pemerintah agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Said Abdullah menekankan bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor global, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah untuk membangun kepercayaan melalui kebijakan yang konsisten dan komunikasi yang terbuka. Keterbukaan terhadap kritik diharapkan dapat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah kebijakan yang lebih responsif di tengah dynamika ekonomi global yang terus berubah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button