Jangan Lewatkan! Panduan dan Strategi Ampuh Lolos Program RSSG Sekolah Swasta Gratis Depok!

Jakarta, Maret.id — Warga Depok kini sedang menantikan informasi terkait program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang akan dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, mengumumkan bahwa pendaftaran untuk program ini akan dibuka mulai 15 Juni 2026.
Metode Pendaftaran Daring
Proses pendaftaran untuk program RSSG ini sepenuhnya dilakukan secara daring (online). Pendaftaran tersebut terintegrasi langsung dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur domisili. Warga diharapkan dapat mengikuti petunjuk dan strategi agar calon siswa dapat lolos dalam program ini.
Masyarakat Depok memberikan perhatian khusus pada mekanisme tiga pilihan sekolah yang ada dalam program RSSG. Mekanisme ini menawarkan fleksibilitas bagi calon peserta didik untuk memilih sekolah yang diinginkan.
Mekanisme Tiga Pilihan Sekolah
Bahrudin, panitia SPMB untuk Tahun Ajaran 2026/2027, menjelaskan bahwa dalam jalur domisili, calon peserta didik memiliki kesempatan untuk memilih maksimal tiga sekolah. Dua pilihan pertama diperuntukkan untuk sekolah negeri, sedangkan pilihan ketiga dialokasikan untuk sekolah swasta gratis (RSSG).
“Pada tanggal 15 dan 17 Juni, pendaftaran untuk jalur domisili akan dibuka. Jika calon siswa ingin, pilihan ketiga dapat diisi, tetapi jika tidak berminat, tidak masalah untuk dibiarkan kosong,” ungkap Bahrudin dalam keterangan persnya.
Kriteria Kelulusan dan Daya Tampung
Bahrudin juga mengingatkan agar para wali murid memperhatikan dua faktor penting yang menentukan kelulusan dalam program RSSG ini. Ketersediaan kuota dan jarak rumah ke sekolah menjadi penentu utama lolos tidaknya program ini.
Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan 47 pilihan sekolah swasta gratis. Meskipun ada banyak pilihan, calon siswa tetap harus memperhatikan jarak rumah ke sekolah yang dituju. Bahrudin menekankan, “Kalau kuota masih tersedia, siswa dapat memilih dari 47 pilihan RSSG, namun jarak juga sangat berpengaruh. Risiko tersisih tetap ada bagi siswa yang jarak rumahnya jauh.”
Setiap sekolah yang tergabung dalam program RSSG memiliki kapasitas yang bervariasi, tergantung pada jumlah rombongan belajar (rombel) yang dibuka. “Setiap rombel diisi dengan 32 anak. Jumlah kelas berbeda-beda, ada yang membuka satu, dua, atau bahkan tiga kelas,” jelas Bahrudin.
Dengan kompetisi yang cukup ketat, Bahrudin menghimbau kepada semua wali murid untuk merencanakan pemilihan sekolah dengan seksama. “Kami mendorong setiap wali murid untuk memanfaatkan kesempatan di tiga pilihan tersebut dan terus memantau laman resmi spmbkota.depok.go.id untuk informasi lebih lanjut,” tutupnya.



