Olahraga

Blatter Menyerang FIFA: Piala Dunia Harus Dihentikan di Amerika!

Jakarta, Maret.id — Mantan Presiden FIFA, Joseph Blatter, melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin saat ini di tubuh lembaga sepak bola dunia itu, terutama terhadap Gianni Infantino, menyusul insiden yang melibatkan wasit Omar Artan dari Somalia. Insiden tersebut terjadi ketika Artan dilarang memasuki Amerika Serikat dan dipulangkan ke negaranya menjelang Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung di AS, Meksiko, dan Kanada.

Pengabaian Protokol FIFA

Blatter, yang memimpin FIFA dari 1998 hingga 2015, menilai apa yang terjadi merupakan “hal yang tak terbayangkan dan gila”. Ia menyatakan bahwa izin FIFA untuk menggelar turnamen di negara yang menolak masuknya wasit internasional adalah pelanggaran terhadap prinsip dasar kompetisi. Menurutnya, ketika sebuah negara diberi kehormatan menyelenggarakan Piala Dunia, ada dua aturan fundamental yang harus dipatuhi: keamanan dan jaminan visa untuk semua pejabat FIFA.

Sikap tegas Blatter ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan bagi seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk wasit yang menjadi pilar dalam penyelenggaraan turnamen. “Jika sebuah negara menolak masuknya wasit, ini adalah masalah serius, dan turnamen tidak boleh diselenggarakan di sana,” tegasnya dalam keterangannya.

Proses Imigrasi yang Dipertanyakan

Insiden tersebut berawal ketika Omar Artan tiba di Bandara Miami saat berstatus bagian dari tim wasit. Namun, otoritas imigrasi AS menganggapnya “tidak diterima” dan langsung memulangkannya ke Mogadishu. Kejadian ini menyoroti potensi masalah yang lebih besar di tingkat internasional, terkait politisasi penyelenggaraan acara olahraga.

FIFA secara resmi membantah tanggung jawab atas kasus ini, dengan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam prosedur imigrasi negara tuan rumah. Pembenaran ini, menurut Blatter, mencerminkan pengabaian serius terhadap tanggung jawab yang seharusnya dipegang oleh FIFA dalam penyelenggaraan acara-akbar dunia.

Desakan untuk Perubahan Kebijakan

Blatter juga menuntut agar Infantino menunjukkan sikap tegas terhadap pemerintah AS. “Presiden saat ini harus menunjukkan bahwa dirinya lebih kuat dari sahabat karibnya di Gedung Putih. Ketika Anda mulai membiarkan politik mengendalikan Anda, itu adalah hal yang buruk,” cetusnya, merujuk pada hubungan antara FIFA dan pemerintah AS.

Dalam nuansa candaan, meski bersikap kritis, Blatter menegaskan bahwa sepak bola tetap menjadi hidupnya. “Saya baik-baik saja, saya bahagia, saya memiliki televisi sebesar lapangan sepak bola dan akan menonton Piala Dunia,” ungkapnya. Dengan usia yang telah menginjak 90 tahun, Blatter menyampaikan pernyataannya dengan keinginan yang kuat untuk melihat prinsip-prinsip dasar sepak bola dihormati, meskipun dia merasa tak lagi memiliki kemampuan untuk mengubah keadaan.

Pernyataan tajam Blatter menghadapi Infantino mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap masa depan organisasi sepak bola, yang saat ini berada dalam sorotan global karena berbagai isu, termasuk integritas dan kebijakan penyelenggaraan turnamen bergengsi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button