Abrami: Bono Penjaga Kekuatan Maroko, Pencoretan Nsiri Jadi Bumerang!

Jakarta, Maret.id — Mantan bintang sepak bola Maroko, Lahcen Abrami, memberikan pujian tinggi kepada Yassine Bounou, kiper Al-Hilal, yang dianggapnya mewakili 60% kekuatan Tim Nasional Maroko di ajang Piala Dunia 2026 yang akan datang. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Abrami menguraikan pentingnya peran Bounou, terutama mengingat Maroko akan tampil untuk kali ketujuh dalam sejarahnya, tergabung dalam Grup C berisikan Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
Pujian dan Keyakinan terhadap Bounou
Abrami menegaskan bahwa kehadiran kiper dengan kemampuan tinggi seperti Bounou adalah sebuah aset yang sangat berharga bagi tim. “Ketika Anda memiliki kiper selevel Bounou, hal itu menanamkan rasa percaya diri yang besar kepada para bek dan tim secara keseluruhan,” ujarnya. Pemain yang kini membela Al-Hilal ini, lanjutnya, memberikan ketenangan bagi tim, baik saat menghadapi umpan panjang, melakukan penyelamatan spektakuler, maupun saat berhadapan langsung dengan penyerang lawan.
Lebih lanjut, Abrami menyatakan bahwa Bounou memiliki kemampuan luar biasa dalam melakukan penyelamatan krusial yang berkontribusi besar dalam perjalanan Maroko menuju semifinal Piala Dunia 2022. Aksinya saat melawan Spanyol dan Portugal di fase knockout menjadi sorotan yang membawa Maroko melangkah jauh dalam turnamen tersebut.
Kritik terhadap Keputusan Pelatih
Namun, tidak semua aspek positif hadir dalam pandangan Abrami. Ia mengritik pelatih nasional, Mohamed Wahbi, terkait keputusan tidak memanggil Youssef En-Nesyri, penyerang Al-Ittihad, untuk skuad Piala Dunia 2026. “Saya adalah orang pertama yang mengkritik staf teknis karena tidak memanggil Youssef En-Nesyri. Dia adalah pencetak gol ulung dan memiliki karakter sebagai pemain besar,” tambahnya dengan nada mendesak.
Abrami juga menyebarkan kekhawatirannya terkait aspek tanding yang mungkin dirugikan tanpa kehadiran En-Nesyri dalam komposisi skuad. Kualitas fisik dan pengalamannya sebagai ujung tombak, menjadi kunci yang seharusnya dipertimbangkan, mengingat tantangan besar yang akan dihadapi Timnas Maroko di pentas dunia.
Dampak Taktis dalam Persiapan Tim
Kekhawatiran terhadap performa tim tidak hanya berhenti pada penggambaran skenario ideal. Taktik pelatih Wahbi yang tidak memperhitungkan kebutuhan akan pemain seperti En-Nesyri, yang kuat dalam duel udara dan bertahan, menjadi sorotan kritis. Abrami menekankan pentingnya memiliki keseimbangan dalam skuad yang pastinya akan menghadapi lawan-lawan berat.
Dengan Piala Dunia semakin mendekat, keputusan-keputusan strategis dari pelatih tidak bisa dianggap sepele. Timnas Maroko perlu mempersiapkan diri dengan matang, baik dari segi mental maupun taktis, sambil mengoptimalkan semua potensi yang ada. Sementara itu, publik dan pengamat sepak bola internasional akan terus memantau bagaimana langkah Maroko di panggung global, dengan harapan bisa mengejutkan banyak pihak sekali lagi seperti di edisi sebelumnya.





