Menkes: Sektor Kesehatan Siap Jadi Mesin Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai sektor kesehatan memiliki potensi besar menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja. Pernyataan itu disampaikan Budi saat memberi sambutan pada Pembukaan Sosialisasi Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Sektor Kesehatan di Tengah Target Pertumbuhan
Budi mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen dan sektor-sektor berpertumbuhan di atas rata-rata perlu diprioritaskan. Ia menekankan bahwa mengejar sektor dengan laju pertumbuhan lebih tinggi dari angka nasional menjadi strategi untuk mempercepat capaian tersebut.
Pertumbuhan sektor kesehatan, menurut Menkes, menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,6 persen. Data yang dipaparkan menyebutkan jasa kesehatan tumbuh 7,6 persen, farmasi 7,5 persen, dan industri alat kesehatan mencapai 12 persen.
Kontribusi Industri dan Peluang Lapangan Kerja
Kenaikan kinerja jasa kesehatan dan sektor farmasi menjadi penopang utama laju pertumbuhan tersebut dan membuka peluang ekspansi usaha. Menkes Budi mengajak pelaku industri kesehatan untuk memperkuat investasi dan melakukan ekspansi agar kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional semakin besar.
Ia juga memproyeksikan bahwa ekspansi sektor kesehatan berpotensi menyerap sekitar dua juta tenaga kerja tiap tahun bila dikembangkan secara terencana. Pernyataan ini ditujukan sebagai dorongan bagi pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan produksi lokal dan memperkuat rantai pasok nasional.
Data Sensus Ekonomi sebagai Dasar Kebijakan
Budi menegaskan pentingnya data Sensus Ekonomi 2026 sebagai basis untuk menyusun kebijakan pengembangan industri kesehatan yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, data komprehensif tersebut akan membantu pemerintah merumuskan insentif, regulasi, dan kebijakan investasi yang mendukung penguatan ekosistem kesehatan nasional.
Ia menyebut bahwa pengembangan industri kesehatan tidak hanya soal peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga soal keseimbangan kontribusi antara farmasi, alat kesehatan, dan jasa kesehatan. Keterpaduan ketiga subsektor itu dinilai krusial agar pertumbuhan yang dihasilkan lebih merata dan berkelanjutan.
Dorongan untuk Pelaku Usaha dan Kebijakan Pemerintah
Menkes mengajak pelaku usaha untuk berperan aktif melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, dan ekspansi pasar domestik maupun internasional. Langkah-langkah tersebut diharapkan bisa mempercepat tercapainya target pertumbuhan dan memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Di sisi kebijakan, Budi menyampaikan perlunya sinergi antar kementerian dan lembaga untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri kesehatan. Harmonisasi regulasi dan kemudahan perizinan juga disebut sebagai kunci agar perkembangan sektor tidak terhambat birokrasi.
Penegasan Menkes muncul di tengah upaya pemerintah untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mampu mendorong akselerasi ekonomi nasional. Strategi yang disarankan meliputi pembenahan ekosistem industri, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penguatan riset dan pengembangan di bidang kesehatan.
Menkes mengingatkan bahwa jika industri kesehatan digarap dengan benar, beban mencapai target pertumbuhan delapan persen akan menjadi lebih realistis. Pesan ini sekaligus membuka peluang dialog lebih intens antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga statistik untuk menyusun langkah-langkah konkret ke depan.