Nasional

PEMERINTAH PERINGATKAN: KENAIKAN HARGA PERTAMAX SESUAI HARGA PASAR!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, Pertamax dan Pertamax Green, mulai 10 Juni 2026. Kenaikan harga ini dilakukan sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan kondisi harga pasar global.

Pernyataan Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi harus mencerminkan dinamika pasar. Ia menyatakan, “Harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya.”

Dalam pernyataan yang dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Bahlil juga mengonfirmasi bahwa harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Gas LPG, akan tetap tidak mengalami kenaikan. Hal ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap daya beli masyarakat, terutama yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Kebijakan Penyesuaian Harga

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah faktor untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia menegaskan pentingnya bantuan melalui BBM subsidi bagi masyarakat yang kurang mampu. “Sementara yang non-subsidi ini kan saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang saudara-saudara kita yang memang harus disubsidi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menambahkan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi juga mempertimbangkan pengaruh situasi geopolitik global. Ia menyampaikan, “Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat.”

Detail Kenaikan Harga BBM

Pertamina resmi mengumumkan bahwa harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap berada di angka Rp 10.000 per liter dan BioSolar di Rp 6.800 per liter.

Simon mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang diberikan kepada Pertamina. Ia berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi yang cukup bagi seluruh masyarakat di Indonesia. “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Mari kita sama bijak menggunakan energi,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM ini tentunya menambah perhatian bagi berbagai kalangan, baik masyarakat umum maupun pengusaha. Harapannya, langkah ini dapat membantu menjaga kestabilan ekonomi negara di tengah kondisi yang tidak menentu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button