Olahraga

Xhaka Hancurkan Harapan Lawan, Pimpin Swiss Menuju Kejayaan Piala Dunia 2026!

Jakarta, Maret.id — Granit Xhaka, gelandang veteran yang kini memperkuat Sunderland, mengukuhkan posisinya sebagai pusat vital dalam tim nasional Swiss. Setelah memastikan Sunderland meraih tiket ke Liga Europa musim depan, Xhaka kini berfokus mengubah Tim Nati dari sekadar kuda hitam menjadi pelawan serius di pentas Piala Dunia 2026.

Xhaka menetapkan target ambisius untuk Swiss

Xhaka menantang rekan-rekannya untuk menembus lebih jauh dari sekadar babak gugur yang sering mereka capai dalam turnamen besar. Ia meyakini bahwa dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki skuad saat ini, hal tersebut bukanlah impian yang tidak mungkin tercapai.

“Ingin mewujudkan impian kami”

Sebagai kapten, Xhaka menegaskan bahwa Swiss tidak boleh lagi puas hanya dengan menjadi pelengkap di ajang bergengsi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengembangan ambisi tim agar dapat menjadi pesaing sejati.

Berbicara tentang harapannya, Xhaka menjelaskan: “Ini adalah kewajiban kami sebagai tim. Saya suka bermimpi, dan saya bermimpi besar. Kami ingin mewujudkan mimpi kami dengan meraih sesuatu yang luar biasa.” Pernyataan tersebut menunjukkan determinasi yang kuat untuk membawa Swiss ke level yang lebih tinggi.

Bongkar ritual sebelum pertandingan

Di balik fokusnya yang tajam, Xhaka juga membahas ritual pribadi sebelum pertandingan. Ia mengaku memiliki kebiasaan unik dalam berpakaian, dimulai dari sisi kanan tubuhnya, yang diyakininya membawa keberuntungan.

“Ketika saya mengenakan pelindung tulang kering, kaus kaki, dan sepatu bola, saya merasa sensasi adrenalin. Selama perasaan itu ada, saya akan terus berlaga. Begitu hilang, saya tahu saatnya untuk berhenti,” ujarnya, menggambarkan kedalaman hubungan emosionalnya dengan permainan.

Fokus ke babak grup Piala Dunia

Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, Swiss kini memasuki fase persiapan dengan lebih serius. Mereka tergabung dalam Grup B, yang juga diisi oleh Kanada, Bosnia & Herzegovina, dan Qatar. Pertandingan pertama Swiss akan berlangsung melawan Qatar di Bay Arena Stadium pada Minggu (14/6) dini hari WIB, di mana Xhaka diharapkan menjadi kunci di lini tengah asuhan Murat Yakin.

Keseriusan Xhaka dalam mempersiapkan timnya tak hanya mencerminkan kecintaannya pada sepak bola, tetapi juga harapan besar untuk membawa Swiss ke puncak prestasi yang lebih tinggi. Dalam dunia sepak bola yang semakin kompetitif, ambisi dan keinginan untuk berhasil menjadi pendorong utama bagi setiap tim yang berhasrat untuk meraih kejayaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button