Nasional

15 Bus Mahasiswa BEM UI Desak Prabowo Penuhi 5 Tuntutan di Bundaran HI!

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 15 bus yang mengangkut mahasiswa Universitas Indonesia, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, berangkat menuju Bundaran HI di Jakarta. Dalam aksi ini, mereka membawa lima tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto, sehubungan dengan terus meningkatnya harga Dolar yang berdampak besar pada nilai Rupiah.

Penyampaian Tuntutan di Bundaran HI

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, memimpin briefing sebelum keberangkatan para mahasiswa. Mereka memilih Bundaran HI sebagai lokasi aksi, mengingat pentingnya tempat tersebut sebagai simbol perekonomian Indonesia yang kini dinilai menuju kebangkrutan. Melalui tagar yang mereka usung, mahasiswa ingin menekankan urgensi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi oleh rakyat.

“Masyarakat saat ini merasakan tekanan ekonomi yang nyata, sementara data menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya ada di atas kertas,” tegas Imawan. Ia menambahkan bahwa harga bahan pokok seperti beras terus naik, lapangan pekerjaan semakin sempit, dan pajak semakin membebani rakyat. “Di mana pemerintah? Justru sibuk memoles citra sambil membagikan proyek kepada kroni mereka,” imbuhnya.

Suara Rakyat yang Terabaikan

Imawan menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan bukanlah persoalan politik, melainkan tentang nasib rakyat yang terus dirugikan. “Kami tidak ingin mendatangi DPR atau Istana, karena mereka sudah kehilangan kepercayaan dari kami,” jelasnya. Menurutnya, waktu dan kesempatan yang diberikan kepada pemerintah untuk memperbaiki keadaan sudah terlalu lama, tetapi kritik yang disampaikan justru selalu diabaikan.

Mahasiswa juga mengungkapkan keprihatinan mengenai pajak yang diberlakukan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2026, sementara pemerintah membatalkan royalti sektor minerba yang seharusnya menguntungkan rakyat. “Di saat kami, generasi muda, berjuang mencari pekerjaan dengan harapan yang semakin minim, anggaran negara justru bocor ke program-program yang tidak jelas manfaatnya,” kritis Imawan.

Menuntut Tanggung Jawab Pemerintah

Ketua BEM UI juga menyinggung tentang kebebasan berpikir di kampus yang seharusnya terjaga. “Kini, kita justru melihat ada upaya untuk menyisipkan militerisme di dalam akademisi,” ujarnya. Hal ini menjadi salah satu fokus perhatian mahasiswa dalam tuntutan mereka. Ia berharap aksi ini dapat menarik perhatian khalayak dan pemerintah, sehingga solusi yang memadai untuk permasalahan yang dihadapi rakyat dapat segera ditemukan.

Melalui demonstrasi ini, mahasiswa Universitas Indonesia berharap agar suara mereka didengar dan bahwa mereka tidak hanya sekadar menjadi pengamat tetapi juga bagian dari solusi untuk pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button