BEM UI Desak Prabowo Bertanggung Jawab Atas Anjloknya Rupiah dan Kenaikan BBM!

Jakarta, Maret.id — Belasan bus yang mengangkut para mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersiap mengepung Bundaran HI di Jakarta. Tuntutan utama yang diangkat oleh mahasiswa ini mencakup isu penurunan nilai Rupiah terhadap Dolar AS, masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki potensi korupsi, serta lonjakan harga Pertamax yang sangat signifikan.
Menyikapi Krisis Ekonomi dan Sosial
Di tengah krisis ekonomi yang melanda, mahasiswa mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah, terutama menyusul penerapan pajak UMKM melalui PP 20/2026, yang dianggap memberatkan masyarakat. Mereka juga mempertanyakan penghapusan royalti minerba yang dinilai lebih menguntungkan oligarki daripada rakyat.
Sementara itu, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan bahwa generasi muda kini menghadapi tantangan yang sulit dalam mencari pekerjaan. Ia menyebutkan bahwa anggaran negara justru dialokasikan untuk program-program yang tidak jelas hasilnya. Mahasiswa meminta pemerintah untuk lebih bertanggung jawab terhadap anggaran dan nasib rakyat.
Penegasan dari Mahasiswa
Dalam briefing sebelum keberangkatan, Yatalathof menyatakan, “Kontrak sosial antara negara dan rakyat itu yang sedang dirobek, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Semua itu lah yang membuat kami harus turun ke jalan!” Pihaknya menyampaikan pesan bahwa demonstrasi ini bukan hanya soal aksi sesaat, melainkan suara hati yang mewakili kepentingan rakyat.
Menghadapi protes yang akan terjadi, Yatalathof juga meminta maaf kepada warga Jakarta, terutama di sekitar Bundaran HI, atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. Ia menegaskan, “Kemacetan lalu lintas hanya berlangsung beberapa jam, namun kemacetan yang dialami rakyat akibat sistem ini berlangsung selama puluhan tahun tanpa tanda-tanda akan berhenti.”
Reaksi Masyarakat dan Dampak Aksi
Aksi ini tidak hanya menjadi sorotan di kalangan mahasiswa, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas yang merasakan dampak dari masalah ekonomi dan sosial yang ada. Komunitas berharap pemerintah bisa mendengarkan dan merespons tuntutan ini dengan serius agar tidak terjadi masalah yang lebih besar di masa depan.
Mahasiswa bertekad untuk menuntut perubahan dan transparansi yang lebih baik dari pemerintah, mengingat anggaran negara seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dialog antara mahasiswa dan pemerintah, untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Protes di Bundaran HI ini menjadi simbol harapan bagi rakyat untuk masa depan yang lebih baik.





