Nasional

Sudirman Bergemuruh, Pengendara Klakson Dukung Aksi Mahasiswa Lawan Kebijakan Pemerintah!

Jakarta, Maret.id — Pengendara mobil dan motor di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, memberikan dukungan kepada para mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan beberapa kampus lainnya dengan membunyikan klakson. Aksi dukungan ini berlangsung pada Jumat sore, 12 Juni 2026, saat mahasiswa melakukan demonstrasi menyuarakan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Aksi Mahasiswa di Depan Menara UOB

Massa aksi menghadapi penghalangan di depan Menara UOB, di mana mereka originalmente berencana bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tujuan aksi ini adalah untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Suara klakson kendaraan saling bersahutan, menciptakan atmosfer solidaritas di antara pengendara dan demonstran.

Para mahasiswa terlibat aktif dalam mengajak pengendara untuk turut ambil bagian dengan membunyikan klakson sebagai dukungan. Momen tersebut berhasil menarik perhatian banyak pengendara yang menunjukkan respon positif dengan mengangkat jempol dan mengikuti ajakan tersebut.

Pesan Melalui Papan Aksi

Dalam aksi tersebut, selain mengajak pengendara, sejumlah mahasiswa juga membawa spanduk yang bertuliskan berbagai pesan, antara lain “klakson kalau kalian capek jadi WNI” dan “klakson kalau kalian capek bayar pajak mahal”. Pesan-pesan ini menjadi representasi ekspresi ketidakpuasan atas berbagai isu yang dihadapi masyarakat, seperti pajak yang tinggi dan kompleksitas dalam berwarganegara.

Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan di kawasan depan Menara UOB. Sementara itu, aparat keamanan terus berjaga untuk menjaga ketertiban dan memastikan jalannya aksi berlangsung aman.

Lima Tuntutan Aksi Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, massa mengajukan lima tuntutan yang ingin disampaikan kepada pemerintah. Tuntutan ini mencerminkan aspirasi dan harapan mahasiswa untuk perbaikan situasi sosial-politik di Indonesia. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan memastikan bahwa suara mahasiswa didengar tanpa mengalami gangguan.

Pesan dari Kapolda Jakarta kepada para personel pengamanan demo juga menjadi perhatian, di mana ia menekankan perlunya pendekatan yang humanis dalam menghadapi massa. Dengan demikian, diharapkan komunikasi yang baik antara pihak keamanan dan demontran bisa terjalin.

Aksi ini menggambarkan dinamika kehidupan demokrasi di Indonesia, di mana suara mahasiswa senantiasa menjadi bagian penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Sebagai generasi penerus, mahasiswa tetap berperan aktif dalam membangun negara meskipun dalam situasi sulit dan penuh tantangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button