PDIP Jatim Lakukan Manuver Hijau di Lumajang

Jakarta, Maret.id — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang melakukan kegiatan penanaman 1.000 pohon di Bukit Perkemahan Glagaharum, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Aksi Penghijauan Sebelum Pelantikan PAC
Kegiatan penanaman pohon dilakukan menjelang pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang yang menjadi penutup rangkaian konsolidasi partai di Jawa Timur. Penanaman ini diinisiasi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, dan diikuti oleh jajaran pengurus DPD serta DPC PDI Perjuangan setempat.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian kader terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. “Alhamdulillah, hari ini kami DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama kawan-kawan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang melakukan serangkaian kegiatan bersama,” ujarnya.
Pentingnya Konservasi Lingkungan
Deni menambahkan bahwa pelantikan PAC di Lumajang menandai tuntasnya pembentukan struktur partai hingga tingkat kecamatan di seluruh Jawa Timur. Setelah itu, fokus akan berlanjut untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat desa, kelurahan, dan dusun.
Ia menekankan bahwa penanaman pohon adalah tindak lanjut dari arahan Megawati Soekarnoputri yang selalu mendorong kader untuk aktif menjaga keseimbangan alam. “Ada ribuan pohon yang akan ditanam untuk melestarikan alam,” jelas Deni.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menjelaskan bahwa pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, termasuk tanaman keras dan tanaman produktif. “Seribu pohon yang ditanam mencakup sukun, durian, pinus, dan tanaman keras lainnya,” ujarnya.
Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat
Yudha mengungkapkan bahwa pohon sukun menjadi perhatian khusus karena kemampuannya dalam menyerap air yang besar dan berpotensi menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat. “Sukun merupakan introduksi dari Ibu Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri. Selain bisa menyerap banyak air, sukun juga bisa menjadi alternatif sumber pangan pengganti nasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi lingkungan di Kabupaten Lumajang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan juga dapat membantu menjaga ketersediaan sumber air, ketahanan pangan, dan keseimbangan ekosistem.
Selain menjadi bagian dari konsolidasi partai, aksi penghijauan ini simbolisasi semangat Bulan Bung Karno yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk lingkungan dan generasi mendatang.





