Politik

Menkeu Purbaya Tegaskan Nasib Anggaran MBG Masih Menggantung!

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi adanya komunikasi internal terkait penyesuaian anggaran untuk Program MBG (Masyarakat Berdaya Gizi). Namun, ia enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai perubahan tersebut. Bendahara negara menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menyatakan, “Sudah ada komunikasi mengenai anggaran MBG. Kami ikuti keputusan Bapak Presiden,” ungkapnya di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Dia menyebutkan bahwa saat ini belum bisa memastikan besaran kebutuhan anggaran terbaru, karena masih menunggu perhitungan dari Badan Gizi Nasional.

Kebutuhan Anggaran Masih Ditunggu

“Nanti kita tunggu informasi dari Bu Nanik tentang perhitungan tersebut,” lanjut Purbaya. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan adanya sinyal penyesuaian anggaran MBG. Menurut Prasetyo, evaluasi pelaksanaan program menunjukkan bahwa kebutuhan dana yang diproyeksikan kemungkinan lebih rendah dari perkiraan awal.

“Bukan pemangkasan, tetapi dari hasil perhitungan, kami meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari Program MBG ini,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Kamis, 11 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa proses penataan anggaran akan membolehkan pihaknya menghitung secara lebih cermat total anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut.

Anggaran MBG 2026

Pada tahun 2026, total anggaran untuk Program MBG telah ditetapkan sebesar Rp268 triliun, dan ini merupakan penurunan dari pagu awal yang mencapai Rp335 triliun. Data yang dipaparkan oleh Kementerian Keuangan mencatat hingga Mei 2026, penyerapan anggaran program tersebut sudah mencapai Rp88,15 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 17,53 persen dibandingkan dengan posisi sebelumnya pada April yang hanya mencapai Rp75 triliun.

Evaluasi dan Tindak Lanjut

Melalui penyesuaian ini, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa alokasi dana lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang riil di lapangan. Perhitungan dari Badan Gizi Nasional menjadi langkah penting dalam proses penyesuaian anggaran tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan program di masa mendatang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button