Politik

Ketua MPR Tegaskan Peran Islam dalam Mendorong Kemajuan di Forum Mufti Dunia!

Jakarta, Maret.id — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menekankan pentingnya adaptasi Islam terhadap dinamika zaman saat menghadiri International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat, 12 Juni 2026. Acara yang dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syekh Dr. Muhammad Abdul Karim Al Issa, serta para mufti dan tokoh-tokoh Muslim dari berbagai negara ini berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif.

Menegaskan Toleransi dan Moderasi dalam Islam

Muzani menyatakan, “Islam harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan untuk pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya pengembangan pemikiran dan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai global sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasar agama.

Islamophobia dan Tantangan Radikalisasi

Di tengah tantangan yang dihadapi, Muzani juga menggarisbawahi bahwa masih terdapat pihak-pihak yang berupaya menyebarkan islamophobia, melihat kemajuan dunia Islam sebagai ancaman. “Ada juga yang menjadikan Islam sebagai gerakan radikal,” tambahnya. Situasi ini menuntut semua pihak untuk bersikap proaktif dan mengambil langkah positif dalam menyebarkan pemahaman yang lebih baik tentang Islam.

Pentingnya Kematangan dalam Teknologi bagi Umat Muslim

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Muzani mengingatkan mengenai perlunya kematangan dalam perkembangan teknologi bagi setiap Muslim. “Kematangan pada perkembangan teknologi menjadi keharusan agar Islam dicintai dengan benar,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menuntut cara pandang agama yang lebih relevan dan adaptif terhadap konteks sosial yang ada.

Dengan latar belakang diskusi yang mendalam ini, Muzani berharap agar generasi muda Islam dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button