Politik

Mahasiswa UI Melawan Batasan Polisi, Terpaksa Berjalan Kaki ke Senayan!

Jakarta, Maret.id — Ratusan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berencana untuk melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka berkumpul di depan Gerbang Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI, Jakarta.

Namun, perjalanan mereka terhambat ketika dua bus metromini yang membawa massa tersebut dihadang oleh barikade kepolisian. Hal ini mendorong sejumlah mahasiswa untuk turun dari bus mereka dan menanyakan dasar hukum dari penahanan tersebut kepada aparat kepolisian yang berjaga.

Penegasan Mahasiswa dan Tanggapan Polisi

“Saat kami berkumpul di sini, apa dasar dan alasan kalian menahan kami? Aspirasi dan tuntutan kami tidak hanya ditujukan kepada DPR saja,” ucap salah satu perwakilan mahasiswa dengan tegas. Terkait hal ini, Kepala Bagian Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan izin kepada massa untuk melakukan aksi di Bundaran HI.

Adri menjelaskan bahwa seluruh penyampaian pendapat dipusatkan di depan Gedung DPR RI. “Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat. Kami tidak mengizinkan untuk melaksanakan demo di sana. Komunikasi kalian dengan anggota sudah dilakukan sebelumnya, hanya saja kalian yang keras kepala,” imbuhnya.

Kepolisian Mengedepankan Keamanan

Adri menambahkan, pelarangan tersebut didasarkan pada prinsip Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas). Ia juga menekankan bahwa Bundaran HI merupakan kawasan vital yang berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan publik di ibu kota. “Bundaran HI adalah jantung perekonomian dan kegiatan masyarakat. Kami memiliki kewenangan untuk mencegah kalian mencapai lokasi tersebut,” tegasnya.

Perdebatan antara mahasiswa dan kepolisian sempat memanas, dengan Adri menantang massa untuk mempertahankan niatnya. “Jika kalian ingin memaksakan kehendak, silakan coba hadapi kami. Namun, jika kalian ke titik di depan DPR, kalian tidak akan dihalangi,” tambahnya.

Mahasiswa Memutuskan Meninggalkan Lokasi

Mendengar pernyataan tersebut, mahasiswa yang awalnya ingin melanjutkan demonstrasi berkumpul untuk berunding. Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi depan Gedung DPR RI dengan berjalan kaki. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi yang ada di lapangan.

Sebagai informasi, pada hari yang sama, ribuan mahasiswa dari berbagai elemen berdemonstrasi di wilayah Bundaran HI dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk mengekspresikan penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah. Pada tanggal 10 Juni 2026, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300, serta Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button