BPOM Bilang Vape Ancaman Nyata Generasi Muda!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan rokok elektronik atau vape merupakan ancaman nyata bagi generasi muda Indonesia.
Ancaman bagi kesehatan dan masa depan
BPOM menegaskan bahwa vape tidak hanya membahayakan kesehatan tetapi juga keselamatan dan masa depan kaum muda jika penggunaan terus tumbuh tanpa pengawasan ketat.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan di Tangerang Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026, fenomena ini disoroti karena dampaknya yang luas terhadap kualitas hidup generasi mendatang.
Data prevalensi yang mengkhawatirkan
BPOM memaparkan angka prevalensi merokok pada anak dan remaja usia 10–18 tahun mencapai sekitar 7,4 persen, setara dengan lebih dari 5 juta anak di Indonesia.
Kenaikan penggunaan rokok elektronik pada kelompok usia remaja dalam beberapa tahun terakhir juga disebut sebagai tren yang signifikan dan perlu mendapatkan perhatian publik serta kebijakan yang tegas.
Strategi pemasaran dan misinformasi
BPOM memperingatkan bahwa industri rokok elektronik kerap mempromosikan produknya dengan narasi menyesatkan yang mengangkat citra modern dan gaya hidup untuk menarik minat anak muda.
Promosi tersebut memanfaatkan media sosial, influencer, konten hiburan, dan tren yang dekat dengan kehidupan remaja sehingga literasi kesehatan yang kuat menjadi sangat penting di kalangan pelajar.
Pernyataan tegas dari BPOM
“Vape bukan sekadar tren, vape adalah ancaman nyata bagi kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi muda,” ujar Kepala BPOM dalam konferensi persnya di Tangerang Selatan.
Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa klaim keamanan produk oleh pihak industri harus diuji dan ditanggapi dengan kebijakan pencegahan serta edukasi publik yang efektif.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Bobby Arfhan Anwar, menjelaskan bahwa vape tetap mengandung nikotin yang bersifat adiktif serta sejumlah zat kimia berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah.
Bobby menegaskan bahwa tidak ada bentuk konsumsi nikotin yang aman bagi kesehatan dan efek jangka panjang pada sistem kardiovaskular perlu menjadi perhatian serius para orang tua dan otoritas kesehatan.
Potensi penyalahgunaan sebagai alat narkotika
Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Syamsul Bahar, mengingatkan perangkat vape berpotensi disalahgunakan sebagai media untuk mengonsumsi zat berbahaya maupun narkotika jenis baru.
Ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap modus penyalahgunaan yang terus berkembang dan pentingnya peningkatan kapasitas rehabilitasi serta pencegahan di komunitas rawan.
Tindakan yang diperlukan
BPOM mendorong peningkatan literasi kesehatan di sekolah-sekolah, pengawasan lebih ketat terhadap pemasaran produk tembakau dan vape, serta penegakan regulasi yang melindungi anak dan remaja.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim bahwa vape aman dan untuk melaporkan praktik pemasaran atau penjualan yang menargetkan anak di bawah umur kepada otoritas terkait.
Kesimpulan dan seruan publik
Pernyataan BPOM dan masukan dari para ahli menggarisbawahi urgensi langkah terpadu antara pemerintah, lembaga kesehatan, sekolah, dan keluarga untuk mengatasi ancaman vape terhadap generasi muda.
Upaya kolektif diperlukan agar tren penggunaan rokok elektronik tidak mengorbankan kesehatan, keselamatan, dan masa depan anak-anak Indonesia.