Nasional

Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Penguatan Pertahanan untuk Meningkatkan Posisi RI di Asia!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong penguatan capaian pertahanan nasional dalam Asia Power Index (API). Upaya ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pentingnya Peningkatan Pertahanan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Kresno Pratowo, menyatakan bahwa skor Military Capability Indonesia masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Oleh karena itu, perlu ada mekanisme yang lebih baik untuk memperkuat pertahanan nasional dan meningkatkan skor di indikator API.

Rapat ini melibatkan perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, BRIN, dan Bappenas, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertahanan. Pembahasan dalam rapat tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pertahanan nasional, yang mencakup modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Modernisasi dan Pengembangan Industri Pertahanan

Kresno menegaskan bahwa pembangunan pertahanan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan peringkat dalam indeks internasional. Menurutnya, penguatan pertahanan harus berlandaskan pada kebutuhan strategis nasional dan tantangan keamanan yang dihadapi Indonesia saat ini. “Peningkatan skor Military Capability bukanlah tujuan akhir dari pembangunan pertahanan nasional. Yang lebih utama adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia di kawasan, serta mendukung terwujudnya kepentingan nasional,” ungkapnya.

Di antara langkah yang disepakati dalam rapat tersebut adalah pengembangan industri pertahanan nasional. Hal ini dianggap sangat penting untuk menciptakan independensi dalam pengadaan alutsista dan mengurangi ketergantungan pada negara lain. Modernisasi alutsista juga menjadi fokus agar Indonesia memiliki kemampuan pertahanan yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.

Kesepakatan Strategis untuk Masa Depan

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk menyelaraskan penguatan pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force (OEF). Konsep ini merupakan bagian dari RPJMN, Doktrin Pertahanan Negara, serta Rencana Strategis Kementerian Pertahanan. Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap dapat membangun postur pertahanan yang modern, kredibel, dan siap menjawab dinamika ancaman yang terus berkembang.

Dengan penguatan pertahanan yang terencana dan strategis, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan posisi naungannya di kawasan Asia dan berkontribusi lebih berarti dalam stabilitas regional. Rapat ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan sistem pertahanan yang lebih efektif dan berdaya saing di tingkat internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button