Hariyadi Ungkap Kunci Sukses di GSM IATI ITB: Haka Auto Dorong Pengembangan Talenta Industri

Jakarta, Maret.id — Showroom BYD Haka Bintaro menjadi tuan rumah acara “Graduation Super Mentorship & Halal Bihalal IATI 2026” yang dihadiri alumni dan mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Acara bertema “Dulu, Kini, Nanti: Satu Ikatan Teknik Industri” menghadirkan sejumlah tokoh industri dan akademisi, termasuk CEO BYD Haka Auto Hariyadi Kaimuddin, yang menyampaikan wawasan tentang pengembangan karier dan peran industri dalam membentuk talenta masa depan.
Dalam sesi panel, Hariyadi Kaimuddin menekankan bahwa tidak ada satu jalur karier yang mutlak benar. Menurutnya, pilihan karier harus dibuat secara sadar dan selaras dengan tujuan pribadi, serta berani keluar dari zona nyaman untuk berkembang. Ia juga menaruh perhatian pada pentingnya kerendahan hati dan komitmen untuk terus belajar sebagai fondasi kesuksesan jangka panjang bagi talenta muda.
Kolaborasi Manusia dan Teknologi di Era AI
Pembahasan juga menyentuh dampak perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, terhadap lanskap pekerjaan. Bersama pembicara lain seperti Veronika Utami (Country Director Google Indonesia) dan Edwin Utama (Managing Director & Senior Partner BCG), diskusi menegaskan bahwa meskipun teknologi akan mengubah cara kerja, nilai-nilai kemanusiaan—seperti empati, kreativitas, dan tujuan yang jelas—tetap krusial dan tidak tergantikan. Hariyadi menilai pelaku industri yang mampu menggabungkan pemahaman teknologi dengan kualitas kemanusiaan tersebut akan memimpin transformasi sektor otomotif dan mobilitas.
Sinergi Alumni, Akademisi, dan Industri untuk Pengembangan Talenta
Acara dibuka dengan pidato utama dari Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D., yang turut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara akademisi, organisasi alumni, dan pelaku industri. Kehadiran berbagai pihak menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Haka Auto, sebagai tuan rumah, menyatakan dukungannya tidak hanya pada solusi mobilitas berkelanjutan tetapi juga pada peningkatan kualitas talenta di Indonesia melalui program-program pembinaan dan kerja sama strategis.





