Nasional

BPOM dan BPS HARUS Perkuat Sinergi untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026!

Jakarta, Maret.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data ekonomi nasional melalui kolaborasi yang lebih terintegrasi.

Keterlibatan BPOM dalam Sensus Ekonomi

BPS menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM sejak awal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kolaborasi yang dilakukan mampu memperluas sosialisasi sensus kepada berbagai pelaku usaha.

Sosialisasi ini mencakup sektor obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya. Upaya tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pelaksanaan sensus ekonomi.

Pentingnya Partisipasi Aktif Pelaku Usaha

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menilai keterlibatan BPOM sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam mengikuti Sensus Ekonomi 2026. Ia menyatakan bahwa partisipasi aktif pelaku usaha diperlukan untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.

“Setiap data yang diberikan pelaku usaha akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Untuk itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha di bawah binaan BPOM untuk memberikan data yang akurat dalam Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya saat kunjungan ke kantor BPOM pada 11 Juni 2026.

Komitmen BPOM dalam Mendukung Sensus Ekonomi

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara berkelanjutan. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan sensus yang sedang berlangsung.

BPOM juga berupaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya berpartisipasi dalam sensus ekonomi. Partisipasi tersebut dianggap penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang lebih akurat berbasis data.

“BPOM mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena data yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan,” kata Taruna. Dukungan ini diwujudkan melalui audiensi tingkat pimpinan yang dilaksanakan pada April 2026.

Sebagai langkah lanjutan, BPOM telah menerbitkan Surat Edaran Kepala BPOM terkait dukungan untuk Sensus Ekonomi 2026. Selain itu, pembentukan tim teknis kolaboratif dan penyebarluasan video dukungan pelaksanaan sensus juga dilakukan.

Hingga Mei 2026, kolaborasi BPOM dan BPS berhasil mengalirkan 364.581 data usaha ke dalam sistem BPS. Data ini mencakup 177.349 pemilik izin edar dan 3.271 pedagang besar farmasi, serta 183.961 data industri rumah tangga.

Kedua pimpinan juga membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya mendorong partisipasi mandiri perusahaan besar. BPS telah memulai proses pendataan perusahaan besar dengan mengirimkan undangan melalui email dan pesan singkat sejak Juni 2026.

Perusahaan yang belum melakukan pengisian secara mandiri akan didatangi langsung oleh petugas sensus. Ke depan, BPS akan memantau penyelesaian pengisian mandiri perusahaan melalui Dashboard Kolaborasi Komunikasi Data selama bulan Juni hingga Juli 2026.

Dukungan yang kuat dari BPOM dan BPS ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026, serta mendukung strategi pembangunan ekonomi nasional yang lebih efektif dan efisien.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button