Lokal

TNI Mengajak OPM di Hutan Kembali Membangun Papua Bersama

Pegunungan Bintang, Maret.id — Dalam upaya menjalin kedamaian dan stabilitas, Brigjen TNI Riyanto, Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, mengajak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih berada di hutan untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyerukan agar mereka berkontribusi dalam membangun Papua yang lebih damai dan sejahtera.

Pintu Perdamaian Terbuka

Riyanto menegaskan bahwa “pintu perdamaian selalu terbuka” bagi siapa saja yang ingin meninggalkan kehidupan dalam konflik. Menurutnya, upaya untuk kembali berdampingan dengan masyarakat sangat diprioritaskan. “Kita harus bergandengan tangan membangun Papua bersama, TNI siap mendampingi masyarakat untuk mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera,” ungkapnya dalam sebuah keterangannya.

Ajakan ini juga muncul tidak lama setelah kepulangan delapan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, ke pangkuan NKRI. Dalam momen emosional yang berlangsung di Lapangan Distrik Kiwirok, mereka secara sukarela menyerahkan senjata dan bendera Bintang Kejora yang telah mereka miliki.

Harapan Baru di Kiwirok

Peristiwa tersebut disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan ratusan warga Kiwirok. Dalam suasana haru, lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama, menciptakan atmosfer kebersamaan dan persatuan. Riyanto menyatakan, momentum ini membawa harapan baru bagi masyarakat di 12 kampung di sekitar Kiwirok.

“Ini adalah pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih sejahtera,” tegas Riyanto.

Simbol Keberanian dan Harapan

Acara penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah ikrar oleh anggota TPNPB-OPM yang kembali ke NKRI. Mereka menyatakan kesetiaan mereka kepada NKRI, mencium bendera Merah Putih, dan menyerahkan senjata mereka. Langkah ini dianggap sebagai simbol keberanian untuk meninggalkan masa lalu yang penuh konflik dan memilih masa depan yang lebih damai.

Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam menciptakan situasi keamanan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan di Kiwirok serta 12 kampung lainnya.

“Pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok,” tegas Abdeus.

Dengan semangat baru dan tekad bersama, komunitas di Kiwirok diharapkan dapat melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Keberanian untuk kembali ke pangkuan NKRI menciptakan peluang untuk mengakhiri konflik dan membangun perdamaian yang abadi di Papua.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button