Wamen LH: Pemadaman Lampu Sebagai Peringatan Hemat Energi!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengungkapkan bahwa pemadaman listrik selama satu jam dapat berfungsi sebagai pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon 2026, yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Pemadaman Lampu Sebagai Aksi Simbolis
Kegiatan pemadaman lampu yang berlangsung selama 60 menit di sejumlah titik ikonik Jakarta, tepatnya pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang efisiensi penggunaan energi. Dia mengatakan, “Kalau satu jam saja masa tidak bisa hidup tanpa listrik. Saya rasa ini cara menghemat energi.”
Diaz menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya sekadar menutup akses listrik, melainkan juga memuat nilai edukatif bagi masyarakat. Kesadaran akan kebutuhan menghemat energi perlu terus digalakkan secara bersama. Walaupun pemadaman listrik tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang, masyarakat diimbau untuk lebih memahami pentingnya penyediaan energi yang efisien dan berkelanjutan.
Pentingnya Energi Ramah Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Diaz mengingatkan bahwa meskipun pemadaman listrik dapat menjadi pengingat untuk menghemat energi, aktivitas masyarakat tetap memerlukan pasokan listrik yang efisien. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga ketersediaan energi, sambil mendorong peralihan menuju penerapan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Pemadaman listrik hanyalah pengingat untuk menghemat energi. Itu bukan sesuatu yang dilakukan setiap hari,” ungkapnya. Dia menekankan pentingnya transisi dari sumber energi fosil ke energi terbarukan sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon nasional.
Mendorong Kesadaran Lingkungan Melalui Aksi Konkretnya
Aksi pemadaman lampu ini direncanakan dilakukan di berbagai kawasan ikonik Jakarta, termasuk Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, Balai Kota, dan Patung Jenderal Sudirman. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta mengintegrasikan penghematan energi menjadi bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Perubahan paradigm ini dianggap krusial untuk menjaga kualitas lingkungan di masa depan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan, dan penghematan energi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari yang lebih bertanggung jawab,” tandas Diaz.
Dengan upaya kolektif seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga lingkungan dan mengimplementasikan praktik hemat energi yang dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan hidup di Indonesia.



