Politik

Golkar Desak Pemerintah Akui Hak Mahasiswa Menyampaikan Pendapat!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, memberikan pernyataan resmi terkait aksi unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa pada Jumat, 13 Juni 2026. Idrus mengakui pentingnya suara mahasiswa dalam proses demokrasi namun ia juga menekankan kebutuhan untuk mengarahkan energi gerakan tersebut kepada isu-isu yang lebih mendasar.

Pentingnya Arah Gerakan Mahasiswa

Menurut Idrus, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun lebih baik jika fokus gerakan tersebut diarahkan pada masalah fundamental, terutama dalam upaya perbaikan tata kelola ekonomi nasional. “Kita berharap energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan yang lebih fundamental, yaitu bagaimana memperbaiki tata kelola ekonomi nasional,” ujarnya.

Tindakan Hukum dan Evaluasi Program

Dalam konteks penegakan hukum, Idrus menyoroti masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini sedang dalam proses hukum. Ia menyatakan, “Persoalan hukum harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan, bukan hanya sekedar mengungkap saja.” Ia menekankan pentingnya perbaikan program tersebut agar dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembenahan Ekonomi yang Berkelanjutan

Isu lain yang diangkat oleh Idrus adalah dugaan kebocoran ekonomi negara, yang diindikasikan melalui praktik manipulasi perdagangan seperti under-invoicing hingga transfer pricing. Ia mengingatkan bahwa praktik tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi mengakibatkan kerugian negara hingga 908 miliar Dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun. “Isu ini juga perlu dikawal dengan serius,” tegasnya.

Idrus percaya bahwa pemerintah memiliki kapasitas untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan tetap konsisten dalam menerapkan reformasi dalam tata kelola ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa penataan ekonomi yang sedang dilakukan pemerintah memerlukan waktu dan harus dilaksanakan sebagai gerakan berkelanjutan. “Ini bukan pekerjaan satu hari. Kalau ini menjadi gerakan, maka harus dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan,” kata Idrus dalam penutup pernyataannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button