KLH PERKETAT PENGELOLAAN LIMBAH PROGRAM MBG, CEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia telah memperkuat pengelolaan limbah dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada kualitas makanan, tetapi juga pada dampak lingkungan yang dihasilkannya.
Regulasi Baru untuk Pengelolaan Limbah
Penguatan pengelolaan air limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan program yang merupakan inisiatif strategis nasional tersebut. Langkah ini seiring dengan Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 yang mewajibkan setiap SPPG untuk mengelola sisa pangan, sampah, dan air limbah selama operasional mereka.
Tulus Laksono, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH/BPLH, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat tidak bisa dipisahkan dari upaya perlindungan lingkungan. “Program Makan Bergizi Gratis harus memberikan manfaat yang utuh bagi masyarakat. Karena itu, setiap SPPG wajib memastikan air limbah yang dihasilkan dikelola sesuai standar agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” katanya.
Implementasi Standar dan Teknologi Pengolahan
Pemerintah juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 2760 Tahun 2026 yang mengatur baku mutu dan standar teknologi untuk pengolahan air limbah domestik pada SPPG. Dengan bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah, semakin mendesak kebutuhan akan sistem pengolahan limbah yang memadai.
Proses pengolahan makanan dan sanitasi di SPPG menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan. Praktisi pengolahan air limbah dari IPAL Treatment Indonesia, Habibi, menekankan bahwa limbah cair dari aktivitas dapur mengandung banyak bahan organik. “Berdasarkan Basic Engineering Design untuk kapasitas pengolahan 10 meter kubik per hari, kandungan pencemar limbah cair SPPG cukup tinggi,” jelasnya.
Dampak Positif Pengelolaan Limbah
Habibi menambahkan, pengolahan air limbah yang baik bukan hanya untuk mencegah pencemaran sungai, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. “Pengelolaan limbah yang optimal dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG,” tambahnya.
KLH/BPLH meyakini bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan faktor pendukung dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penguatan regulasi, pendampingan teknis, serta penerapan teknologi pengolahan limbah, KLH/BPLH berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air untuk jangka panjang.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi yang akan datang.



