Olahraga

Qatar Gegerkan Swiss Dengan Penalti Kontroversial, Embolo Bawa Kemenangan!

Jakarta, Maret.id — Pertandingan pembuka Swiss di Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil imbang 1-1 melawan Qatar di Levi’s Stadium. Gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Boualem Khoukhi di masa tambahan waktu menghapus keunggulan awal yang diraih oleh Breel Embolo melalui tendangan penalti pada menit ke-17. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, anak asuh Murat Yakin harus menelan kekecewaan akibat kelengahan di menit-menit akhir.

Perubahan Nasib bagi Swiss

Swiss wajib meratapi beragam peluang yang terbuang sia-sia, setelah Qatar merebut poin perdana mereka di Piala Dunia dengan cara yang dramatis. Di babak pertama, Swiss berada dalam posisi yang sangat menguntungkan, tapi gol kedua yang tidak kunjung tercipta berakibat fatal. Frustrasi terpancar jelas dalam diri Yakin saat peluit akhir dibunyikan, di mana ia melemparkan botol air sebagai bentuk kemarahan terhadap kehilangan dua poin penting.

Embolo menunjukkan kemampuan luar biasa dengan mencetak gol pertama. Namun, saat keunggulan tampak akan dipertahankan hingga akhir, Khoukhi muncul di menit ke-94, menyundul bola ke gawang, yang secara resmi tercatat sebagai gol bunuh diri dari Miro Muheim. Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup B tetap ketat, setelah sebelumnya Kanada juga meraih hasil serupa melawan Bosnia-Herzegovina.

Kontroversi Seputar VAR

Pertandingan ini dibumbui insiden dramatis pada menit ke-14, ketika kiper Qatar, Abunada, terlibat dalam tabrakan dengan Remo Freuler di dalam kotak penalti. Meskipun Abunada terpaksa menerima perawatan, wasit tetap menunjuk titik penalti. Keputusan ini justru menimbulkan kontroversi, karena tayangan ulang menunjukkan adanya potensi offside di awal serangan tersebut.

Embolo, yang harus menunggu penerbangan tertunda untuk tiba di Amerika Serikat, berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang. Tandukannya ke sudut kiri bawah gawang sempat membuat Swiss optimis. Namun, momentum positif tersebut tidak berhasil dimanfaatkan, dengan Ndoye dan Embolo sendiri terpaksa membuang peluang emas untuk menggandakan keunggulan sebelum jeda babak pertama.

Kritikan Granit Xhaka

Setelah peluit panjang berbunyi, Granit Xhaka tidak segan mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menegaskan bahwa permainan yang ditunjukkan timnya tidak jauh berbeda dari saat mereka terikat 1-1 melawan Australia dalam laga persahabatan sebelumnya. “Kami seharusnya lebih pintar dan berpengalaman,” ungkap Xhaka.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin di lapangan dan penguasaan posisi, hal yang tampaknya diabaikan para pemain saat menjalani pertandingan. Menurutnya, kesalahan dalam memanfaatkan peluang di depan gawang akan membahayakan pertahanan mereka, menekankan bahwa bola hidup dalam sepak bola dapat berbalik dengan cepat.

Swiss kini menghadapi tekanan setelah mengumpulkan hanya satu poin. Selanjutnya, mereka akan berangkat ke Los Angeles untuk berhadapan dengan Bosnia dan Herzegovina, tim yang juga memulai turnamen dengan hasil imbang. Sementara itu, Qatar, meski merayakan satu poin seolah itu sebuah kemenangan, akan segera bertemu tuan rumah Kanada di Vancouver, di mana harapan untuk melanjutkan perjalanan di turnamen ini akan kembali diuji.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button