Dokter Tifa Desak Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran!

Jakarta, Maret.id — Aktivis media sosial Tifauzia Tyassuma, yang dikenal dengan nama Dokter Tifa, mengungkapkan pendapatnya mengenai posisi Presiden Prabowo Subianto melalui unggahannya di platform X pada Minggu, 15 Juni 2026. Dalam unggahannya, ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi Prabowo untuk menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2029.
Dukungan terhadap Prabowo
“Jangan turunkan Prabowo. Tapi makzulkan Gibran Fufufafa,” tulis Dokter Tifa sebagai bentuk penegasannya terhadap Presiden. Ia mengaku sepakat dengan pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, yang mengajak untuk memberi kesempatan seluas-luasnya bagi Prabowo untuk menunaikan janjinya. “Saya sepakat dengan Prof Amien Rais,” ucapnya, mengharapkan agar pemerintah yang dianggap tidak baik harus dilawan, sedangkan yang dianggap bodoh harus dibantu.
Peringatan dari Amien Rais
Sebelumnya, Amien Rais menyampaikan pandangannya dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official. Ia menyebutkan bahwa pergantian pemerintahan di tengah jalan hanya akan menimbulkan masalah, dan mengulangi pengalaman buruk di masa lalu ketika Indonesia mengalami penggantian presiden dalam waktu singkat. “Mengingat pengalaman politik kita di masa lalu enam tahun ada lima presiden bergonta-ganti, dan semuanya menguras energi nasional kita,” jelas Amien.
Amien Rais menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang wajar kepada Presiden Prabowo untuk bekerja mencapai cita-citanya hingga 20 Oktober 2029. Ia menegaskan bahwa sistem pergantian kekuasaan setiap lima tahun yang diatur dalam UUD 1945 harus dipertahankan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Pentingnya Keberlanjutan Pemerintahan
Melalui pernyataannya, mantan Ketua MPR itu juga mengingatkan seluruh bangsa Indonesia mengenai perlunya mempertahankan ritme pergantian kekuasaan setiap lima tahun sekali. “Saya ingin mengingatkan kepada saudara sebangsa setanah air bahwa ritme pergantian kekuasaan per lima tahun sekali sesuai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 harus kita pertahankan supaya tidak ada pemerintahan pusat yang diturunkan di tengah jalan,” tutur Amien.
Menyusul pernyataan ini, dapat dilihat bahwa ada dinamika penting dalam politik Indonesia saat ini, dengan berbagai pandangan yang muncul tentang masa depan kepemimpinan dan stabilitas negara. Pendapat ini menunjukkan bahwa meski ada tantangan yang dihadapi, banyak pihak masih berharap agar pemerintah saat ini dapat bekerja dengan penuh kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.





