Nasional

KPAI Mendesak Pemeriksaan RPTRA DKI Setelah Insiden Anak Tersetrum!

Jakarta, Maret.id — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta evaluasi terhadap semua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di DKI Jakarta. Permintaan ini muncul setelah terjadinya insiden yang melibatkan seorang anak berusia tujuh tahun, MWP, yang tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo.

Insiden Tersetrum di Taman Kramat Pulo

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putera, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah korban diduga mengalami perundungan dari dua remaja saat bermain. Peristiwa ini berujung pada kejadian tragis ketika MWP dibawa ke tiang lampu yang ternyata memiliki aliran listrik.

“Korban dibawa ke tiang lampu oleh dua remaja. Ternyata terdapat aliran listrik pada tiang tersebut,” ungkap Jasra saat ber dialog di Pro3 RRI pada 14 Juni 2026. Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, dengan konsekuensi yang lebih fatal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Pemeriksaan Fasilitas Publik

KPAI menegaskan pentingnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas bermain dan instalasi listrik di semua RPTRA. Jasra Putera menyatakan, “Kabel terkelupas atau fasilitas rusak harus segera diperbaiki. Potensi bahaya bagi anak harus dicegah.”

KPAI juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi kondisi RPTRA. “Area publik harus tetap aman dan nyaman bagi anak-anak,” tegasnya.

Status Korban dan Penyelidikan Polisi

Sementara itu, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan kondisinya akan terus dipantau pascainsiden tersebut. Kanit II Satres PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Ari Santoso, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan dan pelanggaran di bawah Undang-Undang Perlindungan Anak bisa dikenakan kepada pelaku.

“Peristiwa terjadi pada 7 Juni dan terekam CCTV. Dua remaja menggotong korban ke dekat tiang lampu,” jelasnya. Polisi juga telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial ALR dan RM, yang diduga terlibat dalam insiden yang menimpa anak tersebut.

Kasus ini mengundang perhatian publik akan pentingnya keselamatan anak di ruang publik. KPAI dan pihak berwenang terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya ramah, tetapi juga aman bagi anak-anak. Kesehatan dan keselamatan anak merupakan prioritas utama yang harus dijadikan fokus dalam pengelolaan ruang publik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button