Manuver Megawati: Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengajak seluruh kader partai untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan dalam acara peresmian renovasi Istana Gebang di Kota Blitar pada Senin (15/6/2026).
Megawati menekankan pentingnya menanam sepuluh tanaman pendamping beras dan membentuk kelompok tani di tingkat akar rumput. Dalam sambutannya, ia menjelaskan, bahwa kondisi masyarakat saat ini sangat tertekan akibat kenaikan harga bahan pokok.
Mantan Presiden RI itu menegaskan bahwa masalah pangan harus menjadi perhatian bersama, mengingat hal ini berkaitan langsung dengan kehidupan rakyat. “Kenaikan harga bahan pokok menjadi masalah nyata yang harus kita hadapi dan kita cari solusinya,” ujarnya.
Megawati juga mengingatkan bahwa menjaga stabilitas harga pangan tidak bisa hanya dilakukan melalui kebijakan jangka pendek. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dituntut untuk mengambil langkah lebih mendasar dengan memperkuat produksi pangan di tingkat komunitas.
“Membangun dan mengorganisir kelompok tani menjadi bagian penting dari gerakan rakyat untuk menjaga kedaulatan pangan nasional,” ungkapnya. Ia menginginkan agar kader partai aktif dalam mengorganisir masyarakat untuk menanam tanaman pendamping beras.
Sejak tahun 2021, Megawati telah menginstruksikan seluruh kader PDI Perjuangan untuk menanam minimal sepuluh jenis tanaman pendamping beras. Menurutnya, ini bukan berarti menghapus keberadaan beras sebagai makanan pokok, melainkan untuk meningkatkan diversifikasi pangan dan kemandirian keluarga.
“Gerakan ini menjadi langkah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan bangsa agar masyarakat memiliki banyak pilihan sumber pangan yang sehat dan bergizi,” tambahnya. Megawati percaya bahwa Indonesia kaya akan sumber daya pangan yang beragam dan harus dimanfaatkan dengan efektif.
Dalam kesempatan itu, ia juga berharap kader PDI Perjuangan tidak hanya aktif dalam politik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata yang memberikan manfaat. “Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah. Kader harus menjadi bagian dari solusi dalam masyarakat,” tegasnya.
Peresmian renovasi Istana Gebang juga merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno, yang tahun ini penuh dengan berbagai kegiatan kebangsaan, pendidikan sejarah, dan pelestarian budaya. Dengan semangat gotong royong dan kemandirian rakyat, Megawati berharap kader akan semakin berkomitmen untuk bekerja sama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.





