Nasional

Raker DPR: Bahlil Desak Anggaran Rp815 M untuk Kompor Listrik!

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan anggaran sebesar Rp815 miliar untuk program pengadaan kompor listrik. Usulan ini disampaikan saat Rapat Kerja dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlangsung di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Strategi Diversifikasi Energi Nasional

Bahlil memaparkan bahwa program kompor listrik merupakan salah satu bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Langkah ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.

Akibat dependen terhadap impor LPG, devisa negara terpaksa tersedot hingga lebih dari Rp130 triliun setiap tahunnya. Selain itu, beban subsidi yang ditanggung pemerintah juga semakin membengkak, melampaui Rp80 triliun. “Kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik,” tegas Bahlil.

Kompor Listrik untuk Masyarakat Berdaya Rendah

Dalam program ini, Bahlil menjelaskan bahwa kompor listrik yang akan diperkenalkan ditargetkan untuk masyarakat yang menggunakan listrik dengan daya rendah. Hal ini sangat penting, terutama mengingat banyaknya wilayah di daerah kecamatan dan pedesaan yang masih membutuhkan akses energi yang lebih baik.

Pemerintah sedang mengkaji teknologi kompor listrik yang dapat beroperasi di bawah daya 900 VA. “Jumlah unit yang akan disalurkan melalui program ini masih menunggu diskusi lebih lanjut dengan DPR,” imbuhnya.

Evaluasi dan Harapan Teknologi Baru

Bahlil juga menegaskan bahwa banyak publik yang meragukan program ini, terutama dengan adanya penolakan sebelumnya. Namun, ia memastikan bahwa teknologi yang sedang dikaji saat ini berbeda dengan model yang sudah ada sebelumnya.

“Perkembangan teknologi telah membawa kita kepada kompor listrik yang lebih efisien dan lebih baik. Ini adalah langkah maju dari teknologi lama,” ujarnya. Kementerian ESDM saat ini tengah mengevaluasi efektivitas teknologi kompor listrik baru, dengan membandingkan manfaat yang ditawarkan dengan generasi sebelumnya.

Kepastian mengenai jumlah unit yang akan didistribusikan diperkirakan baru akan jelas setelah pembahasan anggaran RAPBN yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. “Nanti tunggu pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unitnya,” tutup Bahlil.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG serta memberikan solusi energi yang ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button