Bappenas: Pembangunan Berkelanjutan Hanya Bisa Terwujud Melalui Kolaborasi Lintas Sektor!

Jakarta, Maret.id — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah di Universitas Negeri Semarang (UNNES) terkait Sustainable Development Goals (SDGs) dan peran perguruan tinggi dalam pembangunan Indonesia.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Rachmat Pambudy menyatakan bahwa tantangan iklim harus dihadapi dengan pendekatan terintegrasi. Penguatan sektor kelautan dan pesisir, serta pembangunan infrastruktur perlindungan pantai menjadi beberapa langkah penting yang perlu dilakukan. Selain itu, penerapan solusi berbasis alam serta tata ruang berdasarkan mitigasi risiko bencana sangat dibutuhkan.
“Dibutuhkan kolaborasi yang terintegrasi agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya. Rachmat juga menekankan bahwa tantangan pembangunan tidak dapat diatasi oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Implementasi SDGs di Indonesia
Menteri Rachmat menekankan prinsip utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu tidak ada pihak yang tertinggal dalam proses pembangunan. Saat ini, Indonesia telah menyelesaikan 153 dari 244 indikator SDGs, atau sekitar 62,7 persen dari target yang telah dievaluasi.
Capaian tersebut, jelasnya, didukung oleh integrasi agenda SDGs ke dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan. Sebagai contoh, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) menjadi instrumen penting dalam menjustifikasi langkah-langkah ini.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Rachmat mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam pencapaian SDGs. Pendidikan, penelitian, dan inovasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Universitas harus memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bappenas dan Universitas Negeri Semarang menandatangani nota kesepahaman untuk kolaborasi dalam perencanaan pembangunan nasional. Salah satu bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pelaksanaan SDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, Rachmat juga menerima Anugerah Konservasi UNNES 2026.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Mari kita wariskan hutan yang tetap hijau, sungai yang tetap jernih, udara yang bersih, dan bumi yang lestari untuk anak cucu kita,” serunya.
Pernyataan dan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. Penguatan kerjasama lintas sektor adalah kunci untuk mempercepat realisasi SDGs dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.



