Nasional

BGN Pertimbangkan Pengurangan 8 Juta Penerima untuk Efisiensi MBG!

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melakukan evaluasi dan efisiensi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan bahwa intervensi gizi yang dilakukan pemerintah tepat sasaran. Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

Evaluasi Program MBG

Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu opsi yang tengah dianalisis adalah penyesuaian jumlah penerima manfaat. Hal ini sejalan dengan target yang di dalamnya tercantum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Wakil Ketua BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa pembahasan mengenai refocusing program masih berjalan dan belum mencapai keputusan final.

Dia menjelaskan bahwa, “Kami exercise lagi berapa sih kira-kira yang bisa kita efisiensikan lagi. Sementara ini memang belum final karena belum dibahas. Kami masih akan terus membahasnya,” ungkapnya di hadapan media di Kompleks Parlemen, pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam proses ini, BGN juga akan merujuk pada proyeksi jumlah penerima manfaat dalam RPJMN 2027.

Anggaran dan Sasaran Penerima

Saat ini, BGN tengah menghitung kebutuhan anggaran serta kelompok sasaran yang dianggap paling membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah. Arumsari menggarisbawahi bahwa evaluasi ini memiliki tujuan utama, yaitu membantu agar bantuan yang disalurkan lebih fokus kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Ia menambahkan bahwa BGN sedang mempertimbangkan untuk tidak lagi memberikan program MBG kepada siswa sekolah menengah atas (SMA) yang berasal dari kalangan ekonomi mampu. “Misalnya, SMA ya, mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang uang sakunya anak-anaknya saja sudah Rp100.000, Rp200.000, itu mungkin yang high class,” jelasnya.

Dampak Terhadap Jumlah Penerima

Jika skenario tersebut diterapkan, jumlah penerima manfaat dari program MBG diperkirakan bisa berkurang sekitar 8 juta orang. Namun, Arumsari menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghilangkan tujuan utama program ini, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara keseluruhan.

Proses evaluasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dalam program-program yang telah ada, terutama yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Dengan pemantauan dan penyesuaian yang seksama, diharapkan intervensi gizi yang diberikan benar-benar tepat sasaran serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menjaga kualitas gizi masyarakat adalah tanggung jawab bersama, dan langkah-langkah yang diambil oleh BGN menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing. Evaluasi program MBG diharapkan dapat memperbaiki efektivitas dan menyalurkan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan, sehingga tujuan program ini dapat tercapai secara maksimal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button