PU Alihkan Anggaran Asrama Baru IPTC untuk Gedung Edukasi dan GOR Tahap II!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memutuskan untuk menunda pembangunan asrama baru di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah. Sebagai gantinya, anggaran yang semula diperuntukkan bagi pembangunan asrama tersebut akan dialihkan untuk proyek pembangunan Gedung Edukasi dan tahap kedua Gelanggang Olahraga (GOR).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam mengenai kebutuhan fasilitas bagi para atlet paralimpiade. Ia menyatakan bahwa kapasitas asrama yang ada saat ini masih memadai untuk menampung jumlah atlet yang berlatih di sana. “Asrama yang sekarang pun masih agak lowong. Daripada kita bangun sesuatu yang mubazir, kebetulan pada saat yang sama NPC meminta kita untuk membuat Gedung Edukasi,” jelas Dody.
Dody menambahkan bahwa Gedung Edukasi merupakan salah satu prioritas yang diajukan oleh National Paralympic Committee (NPC). Fasilitas ini akan dirancang untuk menampung sekitar 400 orang, menyediakan ruang belajar dan pelatihan yang lebih baik bagi atlet dalam rangka meningkatkan kemampuan mereka.
Pembangunan Fasilitas Olahraga dan Skybridge
Selain Gedung Edukasi, Kementerian PU juga berencana untuk membangun tahap kedua GOR di kawasan IPTC. Dody menjelaskan, “Training Center baru ini akan dikhususkan untuk cabang olahraga beregu, seperti sepak takraw dan futsal.” Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat meningkatkan kesempatan bagi atlet untuk berlatih dan bersaing di jenjang yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Dody menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pembangunan skybridge yang akan menghubungkan berbagai gedung di kawasan pelatnas. Ini diharapkan akan mempermudah mobilitas atlet dan staf selama berlatih, agar mereka tidak kesulitan berpindah lokasi.
Penambahan Fasilitas Pendukung dan Target Pembangunan
Kementerian PU juga tengah mempersiapkan pengadaan genset hybrid untuk memastikan keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap gangguan operasional yang bisa terjadi akibat pemadaman listrik. “Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving ke tempat lainnya,” ungkap Dody.
Dody menargetkan agar pembangunan fasilitas prioritas ini dapat dimulai pada tahun ini dan akan dilakukan melalui perpanjangan kontrak dengan penyedia jasa yang mengerjakan proyek sebelumnya. “Bismillah tahun ini, kita kan tinggal perpanjang kontrak kerja yang lama. Secara anggaran, dari penetapan yang sekarang masih cukup, dan target menyelesaikannya butuh waktu sekitar satu tahun,” tuturnya.
Sebagai tambahan, IPTC dibangun dengan anggaran total Rp421,9 miliar di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Total luas bangunan yang tersedia mencapai 34.346 meter persegi, termasuk Gedung GOR 1 seluas 17.482 meter persegi dan gedung asrama dengan luas mencapai 16.864 meter persegi.
Fasilitas ini mencakup dua tower rumah susun empat lantai dengan 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet. Pusat pelatihan paralimpiade ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional, termasuk kolam renang, arena boccia, menembak, dan banyak lagi.
Dengan adanya fasilitas yang lengkap dan dukungan yang kuat dari pemerintah, diharapkan kebutuhan pembinaan atlet paralimpiade dapat terpenuhi secara optimal. Ini menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan prestasi atlet difabel Indonesia di tingkat internasional, dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka untuk berprestasi.



