Tatash Pridasari: FOMO Lari Gak Masalah Asal Sehat!

Jakarta, Maret.id — Pelari dan konten kreator Tatash Pridasari menilai fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dalam olahraga lari bisa berdampak positif apabila mendorong pola hidup lebih sehat.
Fenomena FOMO dan Persepsi Tatash
Tatash mengatakan bahwa alasan awal seseorang mulai berlari sejatinya tidak sepenting manfaat yang diperoleh dari kebiasaan tersebut.
Ia mengakui pernah terdorong oleh FOMO, namun pengalaman berlari yang berkelanjutan mengubah pandangannya terhadap tren itu.
Tatash menuturkan, “Kalau dikatakan FOMO, ya nggak apa-apa, setidaknya membawa kesehatan untuk diri sendiri,” saat diwawancarai di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pernyataan itu menegaskan bahwa motivasi awal, meski bersifat sosial atau tren, tidak mesti dipandang semata-mata negatif.
Fokus pada Manfaat Jangka Panjang
Menurut Tatash, yang lebih penting adalah sejauh mana aktivitas berlari membawa perubahan positif bagi pelakunya.
Ia menekankan bahwa manfaat kesehatan fisik dan mental harus menjadi tolok ukur dalam menilai nilai sebuah kebiasaan olahraga.
Tatash menjelaskan bahwa efek berlari terlihat dari kebugaran, pengelolaan stres, serta kualitas tidur yang membaik.
Ia juga mengingatkan bahwa konsistensi menjadi kunci agar manfaat tersebut berkelanjutan dan tidak sekadar sebagai respons sementara terhadap tren.
Event Lari sebagai Ruang Sosial dan Pencapaian Pribadi
Selain aspek kesehatan, Tatash menyatakan bahwa acara lari menyediakan ruang pengalaman emosional yang bernilai bagi pelari.
Ia menyebutkan bahwa sensasi suasana lomba, interaksi sosial, dan kesempatan mencapai target pribadi menjadi daya tarik utama event tersebut.
“Kalau aku pribadi, aku mencari vibes-nya; satu race terasa membawa kebahagiaan buat aku,” ujarnya, seraya menyebut kesempatan bertemu relasi baru dan menyusun target-target pribadi tiap lomba.
Tatash menggarisbawahi bahwa perpaduan antara tujuan personal dan atmosfer positif adalah faktor yang membuat banyak orang bertahan menjalani olahraga ini.
Motivasi Pelari dan Ragam Alasan Memulai
Tatash mengamati bahwa setiap pelari datang dengan motivasi berbeda, mulai dari peningkatan kesehatan hingga kebutuhan sosial.
Ia mengimbau agar pelari pemula tidak terlalu keras menilai motif awal mereka, asal aktivitas itu membawa perubahan yang konstruktif.
Ia juga menyarankan agar pembentuk kebiasaan berlari disertai dengan pemahaman teknik dasar dan pengaturan intensitas latihan agar terhindar dari cedera.
Penekanan pada aspek keselamatan dan perencanaan latihan menjadi bagian penting bagi mereka yang ingin mengubah dorongan sesaat menjadi rutinitas sehat.
Pesan untuk Komunitas dan Pemula
Tatash mendorong komunitas lari untuk tetap inklusif terhadap pelari baru yang mungkin mulai karena faktor sosial atau tren.
Ia percaya dukungan komunitas mampu membantu pelari mempertahankan kebiasaan sehat tersebut.
Untuk pelari pemula, Tatash menekankan pentingnya menetapkan target realistis dan menikmati proses, bukan hanya mengejar hasil instan.
Ia juga merekomendasikan agar pelari memanfaatkan event sebagai motivator sekaligus kesempatan membangun jaringan sosial yang positif.
Penilaian Tatash terhadap fenomena FOMO ini memberikan sudut pandang bahwa tren dapat menjadi pintu masuk menuju kebiasaan sehat bila diarahkan dengan bijak.
Dengan pendekatan yang tepat, dorongan awal akibat tren tidak selalu berakhir negatif melainkan bisa menjadi langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih baik.