Lokal

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Banyuwangi

Banyuwangi, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Banyuwangi menjelang tahun ajaran baru. Proyek ini kini telah mencapai hampir 80 persen dari total pekerjaan yang direncanakan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, memberikan keterangan bahwa luas lahan pembangunan sekolah ini mencapai 6,8 hektar. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026, dengan hanya beberapa pekerjaan tersisa yang perlu diselesaikan di area belakang.

Penambahan Tenaga Kerja Diperlukan

Untuk mencapai target penyelesaian tersebut, Dody meminta para penyedia jasa untuk menambah jumlah tenaga kerja. Ia memperkirakan bahwa akan diperlukan antara 900 hingga 1.000 pekerja agar proses konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu. “Kami sangat berharap agar penambahan ini dapat dilakukan, mengingat sebelumnya hanya ada sekitar 600 hingga 700 pekerja,” tuturnya.

Kementerian PU juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap progres pembangunan. Unit teknis terkait akan terus memantau seluruh perkembangan untuk memastikan bahwa semua pekerjaan dilakukan secara efisien dan tepat waktu.

Aspek Keamanan Lingkungan

Dody juga menyoroti bahwa keamanan kawasan sekolah menjadi prioritas utama. Mengingat lokasi sekolah yang berada dekat aliran sungai, ada potensi risiko banjir yang perlu diperhatikan. Sebagai langkah mitigasi, beberapa tindakan pencegahan telah diambil, termasuk pemasangan bronjong dan pembangunan dinding penahan air untuk melindungi bangunan sekolah.

“Ini adalah isu krusial. Kami telah menerapkan berbagai perawatan khusus untuk memastikan bangunan tetap aman dari ancaman banjir,” katanya.

Standar Internasional untuk Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat Banyuwangi direncanakan tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga dibangun dengan standar internasional. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Fasilitas yang disediakan meliputi gedung SD, SMP, SMA, dan asrama siswa, serta berbagai fasilitas lainnya seperti rumah susun untuk guru, masjid, dan lapangan olahraga.

Dody menegaskan bahwa semua Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah memiliki standar internasional. “Program ini adalah bagian dari upaya untuk memuliakan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, dengan menyediakan pendidikan berkualitas tinggi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Kementerian PU tengah membangun 93 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, semua ditargetkan untuk beroperasi pada tahun ajaran baru pada Juli 2026. Proyek ini diharapkan dapat membantu pemerataan pendidikan berkualitas dan menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik untuk semua anak di tanah air.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button