BFI RUN 2026 Buka Peluang Besar bagi Pelari Menuju Sydney dan Yokohama Marathon

Jakarta, Maret.id — BFI RUN 2026 menjanjikan peluang besar bagi pelari Indonesia untuk berlaga di panggung internasional. Event yang dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 24 Mei 2026 ini ludes terjual 10.000 tiket hanya dalam dua jam dan menyediakan kesempatan tampil di Sydney Marathon serta Yokohama Marathon, dengan total hadiah mencapai Rp1,2 miliar.
Peluang ke marathon internasional
Program unggulan BFI RUN 2026 adalah Overseas Marathon Challenge yang memberikan tiket ke ajang internasional bagi pelari kategori Half Marathon (HM). Delapan pelari tercepat kategori HM yang mampu finis di bawah waktu 2 jam 00 menit berhak mengikuti Sydney Marathon pada 30 Agustus 2026. Selain itu, penyelenggara juga membuka akses kompetisi ke Yokohama Marathon, membuka jalur bagi atlet amatir maupun profesional menuju kompetisi maraton kelas dunia.
Partisipasi dan penjualan tiket
Pertumbuhan peserta BFI RUN mencatat lonjakan signifikan sejak pertama kali digelar pada 2016. Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono, menyatakan bahwa pada penyelenggaraan perdana jumlah peserta hanya sekitar 2.000 orang dan 40 persen di antaranya merupakan karyawan perusahaan. Tahun ini jumlah peserta mencapai 10.000, yang merupakan kuota terbesar sepanjang sejarah event tersebut, dan tiket terjual habis dalam hitungan jam. Penyelenggara melihat antusiasme tinggi ini sebagai indikator kuatnya perkembangan komunitas lari di dalam negeri.
Persiapan, fasilitas, dan aksi sosial
Pihak penyelenggara menegaskan persiapan matang untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta. Antara lain disiapkan rute steril dengan elevasi minim, fasilitas medis yang memadai, serta race village sebagai pusat layanan dan hiburan peserta. Selain aspek teknis, BFI RUN 2026 juga mengusung kegiatan sosial melalui program Donasi Peralatan Olahraga Bekas bekerja sama dengan Yayasan Cinta Kembali Juara (CKJ) Jakarta, sebagai upaya mendukung pengembangan olahraga di komunitas yang membutuhkan.
Penyelenggara berharap gelaran pada akhir Mei ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi pelari Indonesia untuk menembus level internasional sekaligus memperkuat ekosistem olahraga lari nasional.





