Mensos Dorong Masyarakat Cermati Realitas Pendidikan di Sekolah Rakyat!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul mengundang masyarakat, terutama calon siswa dan orang tuanya, untuk menyaksikan langsung proses belajar mengajar, pengasuhan, serta transformasi yang dialami siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan pada Senin lalu, 15 Juni 2026. Dalam acara tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi anak-anak.
Gus Ipul menjelaskan, “Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 16 Juni 2026. Pada acara Open House, orang tua calon siswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung sistem pembelajaran, suasana asrama, dan lingkungan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Pendidikan Tanpa Kekerasan dan Intoleransi
Gus Ipul menegaskan terdapat tiga hal yang harus dihindari di Sekolah Rakyat yaitu perundungan, kekerasan seksual atau fisik, dan intoleransi. “Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” katanya tegas. Hal ini menunjukkan komitmen Sekolah Rakyat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi siswa.
Sebanyak 75 calon siswa dan orang tua mereka menyaksikan berbagai penampilan siswa, seperti tari tradisional dari SRMP 2 Medan, bela diri karate, hingga pidato dalam tiga bahasa yang dipresentasikan oleh siswa dari SRT 30 Medan. Acara tersebut menggambarkan bakat dan kreativitas siswa yang dibina dalam suasana pendidikan yang positif.
Menjadi Generasi Cerdas dan Berkarakter
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia menambahkan, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat diarahkan untuk menjadi generasi yang pintar, berkarakter, dan terampil. “Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” tuturnya.
Perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak-anak di Sekolah Rakyat sangat signifikan, termasuk pembangunan gedung permanen di berbagai daerah. Saat ini, terdapat 104 titik gedung permanen Sekolah Rakyat, dan untuk Kota Medan, Sekolah Rakyat Permanen akan menampung 270 siswa dengan kuota 90 siswa di setiap tingkat pendidikan: SD, SMP, dan SMA.
Dialog dengan Orang Tua Calon Siswa
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua calon siswa, termasuk Ridha Aritona, orang tua dari Jessica Putri Sirait. Ia menceritakan kondisi keluarganya yang bergantung pada pendapatan tidak tetap dari pekerjaan sebagai pengemudi ojek online. “Besar harapan saya anak saya sekolah berkualitas meski kami dalam keadaan tidak mampu,” ujarnya dengan penuh harapan. “Saya ingin dia mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tidak sama seperti kehidupan saya,” tambahnya sambil meneteskan air mata.
Dialog ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak keluarga dan pentingnya akses pendidikan yang layak bagi semua anak, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.





