Nasional

PERINGATAN! Harga Bawang Merah Terus Melonjak di Pekan Kedua Juni!

Jakarta, Maret.id — Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa harga bawang merah mengalami peningkatan signifikan pada pekan kedua Juni 2026. Rata-rata harga nasional bawang merah mencapai Rp50.561 per kilogram, yang melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Kenaikan Harga Bawang Merah

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar 12,50 persen dibandingkan bulan Mei 2026. Kenaikan harga ini tercatat terjadi di 287 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan secara daring pada 15 Juni 2026, Amalia berkata, “Secara umum, harga bawang merah sampai minggu kedua Juni 2026 itu naik 12,50 persen. Saat ini, secara rata-rata nasional, harga bawang merah sudah menyentuh Rp50.561 per kilogram.”

Harga Melampaui Batas Acuan

Menurut Amalia, rata-rata harga nasional tersebut telah melampaui HAP yang ditetapkan pemerintah. HAP batas atas untuk bawang merah saat ini berada di level Rp41.500 per kilogram. Amalia menjelaskan, “Level harganya sudah tinggi karena secara rata-rata nasional harga bawang merah sudah menyentuh Rp50.561 per kilogram. Ini sudah jauh di atas HAP batas atas Rp41.500 per kilogram.”

BPS juga mencatat terdapat sejumlah daerah yang mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi. Misalnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan salah satu daerah dengan harga bawang merah tertinggi, mencapai Rp84.074 per kilogram. Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, harga bawang merah tercatat mencapai Rp90.000 per kilogram, yang berada 116,87 persen di atas HAP batas atas.

Pemerintah Siap Mengatasi Kenaikan Harga

Amalia menegaskan bahwa beberapa daerah yang terpantau oleh BPS menunjukkan kondisi harga yang sudah tinggi dan masih mengalami kenaikan. Oleh karena itu, situasi ini menjadi perhatian bagi pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi pangan di daerah.

Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menilai kenaikan harga bawang merah sebagai anomali. Ia menjelaskan, “Kenaikan harga bawang merah ini anomali, karena kita sudah mampu mengekspor. Mungkin distribusi akan kami perbaiki ke depan.”

Amran menambahkan bahwa pemerintah berupaya memperbaiki distribusi bawang merah agar pasokan dapat lebih merata di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu membantu menekan harga yang masih tinggi saat ini.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan kondisi harga bawang merah akan semakin stabil dan terjangkau oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Kenaikan harga bawang merah ini merupakan tantangan bagi pihak pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button