Gibran Dorong Guru dan Orang Tua Melek AI untuk Kenali Karakter Anak!

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak para guru dan orang tua untuk tidak merasa takut dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, penguasaan AI menjadi nilai tambah yang signifikan dalam mendukung proses pendidikan serta pengawasan terhadap anak-anak.
Teknologi yang berkembang pesat sering kali menciptakan rasa canggung dan kekhawatiran di kalangan pendidik dan orang tua. Gibran menekankan bahwa para guru tidak seharusnya menyerah untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tren teknologi terbaru.
Pentingnya Memanfaatkan AI dalam Pendidikan
Menurut Wakil Presiden, guru yang mampu memanfaatkan AI memiliki keunggulan dalam mendidik siswa secara lebih efektif. “AI dapat membantu dalam aspek administratif, seperti membuat pertanyaan, menyajikan penjelasan yang lebih sederhana, serta memberikan contoh kasus yang membantu siswa memahami materi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gibran mengungkapkan bahwa dengan menggunakan AI, para pendidik akan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pengembangan aspek humanis dan karakter siswa. Inovasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah.
Peran Orang Tua di Era Digital
Tak hanya bagi guru, Gibran juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka di era digital. Ia menyoroti bahwa orang tua perlu aktif memahami teknologi yang digunakan oleh generasi muda agar tidak tertinggal informasi.
“Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi, sementara kita sebagai orang tua justru tertinggal dan tidak mengetahui apa yang mereka akses,” tegas Gibran. Pemberdayaan orang tua dalam konteks ini menjadi sangat krusial agar mereka dapat berperan serta dalam proses pendidikan anak.
Etika dalam Pemanfaatan Teknologi
Meskipun mendorong pemanfaatan AI secara luas, Gibran menekankan bahwa aspek terpenting bukan hanya kemampuan teknis, melainkan juga etika dalam penggunaan teknologi. Ia mengingatkan bahwa teknologi tanpa panduan etika dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
“Dampak negatif dari teknologi yang digunakan tanpa etik bisa sangat merugikan, baik bagi individu maupun lingkungan sekitar,” tambahnya. Penekanan pada sikap etis dalam penggunaan AI menjadi bagian esensial dalam mendidik generasi mendatang agar tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga beretika.
Gibran berharap para pendidik dan orang tua dapat bersinergi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung perkembangan anak-anak mereka. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan AI dapat berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih produktif.





