Dirut RRI: Penguatan Human Capital adalah Kunci Menghadapi Tantangan Penyiaran!

Jakarta, Maret.id — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) berfokus pada penguatan human capital dalam menghadapi berbagai tantangan penyiaran. Langkah ini menjadi strategi utama seiring dengan penurunan anggaran yang dialami oleh lembaga tersebut.
Peningkatan Kualitas SDM Menjadi Prioritas
Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fokus esensial lembaga dalam merespons dinamika industri media. Pengembangan kemampuan pegawai dianggap sangat penting untuk mencapai target dan meningkatkan kualitas layanan penyiaran publik ke depan.
“Intinya, kita optimalkan semua yang ada. Penguatan human capital itu kunci untuk menyiasati berbagai tantangan,” ungkap Hendrasmo usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Transformasi Organisasi dan Pendekatan Penyiaran
Hendrasmo juga menekankan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, RRI dituntut untuk tetap meningkatkan jangkauan penyiaran. Kondisi ini membuat lembaga tersebut harus melakukan perubahan dalam pendekatan pengelolaan organisasi dan sumber daya.
“Ketika dihadapkan pengurangan anggaran untuk infrastruktur, kita harus melihat bagaimana cara mengoptimalkan sumber daya yang ada,” katanya. Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, dan RRI melanjutkan uji kompetensi untuk memastikan SDM siap menghadapi kebutuhan industri media saat ini.
Kolaborasi Lintas Bidang untuk Efektivitas Kerja
Selain fokus pada penguatan kompetensi SDM, LPP RRI juga mengutamakan kolaborasi lintas bidang guna meningkatkan efektivitas kerja. Strategi tersebut dianggap sebagai solusi untuk menghadapi tantangan dalam penyiaran di tengah keterbatasan sumber daya.
Sebagai informasi, pada Tahun Anggaran 2027, LPP RRI memperoleh pagu indikatif senilai Rp943,05 miliar, yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan pagu pada Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp946,9 miliar. Penurunan ini sebesar Rp3,8 miliar, terutama terjadi pada pos belanja operasional barang sebagai dampak dari penerapan kebijakan efisiensi nasional.
Dengan berbagai langkah yang diambil, LPP RRI berupaya untuk tetap menjaga kualitas layanan penyiaran meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas dan tantangan industri yang cukup kompleks.



