Lokal

Pemkab Bekasi Percepat Pembangunan Fisik untuk Capaian Juli 2026

Bekasi, Maret.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menargetkan seluruh pembangunan fisik di wilayahnya akan dimulai pada 1 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Terhadap Pembangunan

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan pentingnya agar pembangunan tetap berjalan meski ada berbagai tantangan, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan konstruksi. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terhambat oleh kondisi pasar yang fluktuatif.

“Pembangunan harus berjalan, tidak bisa berhenti. Seluruh perangkat daerah diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat direalisasikan,” ujarnya dalam rapat evaluasi pembangunan di ruang rapat Pemkab Bekasi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Mengatasi Tantangan Kenaikan Biaya

Asep menegaskan bahwa kenaikan harga BBM dan material konstruksi berdampak signifikan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun. Oleh karena itu, ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera melakukan pemetaan dan analisis dampak tersebut.

“Penting bagi TAPD untuk menghitung dampak kenaikan harga ini. Jika diperlukan penyesuaian dalam anggaran, harus segera dilaksanakan agar pembangunan tidak terganggu atau menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tambahnya.

Menjaga Kualitas dan Kuantitas Pekerjaan

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya material dapat mempengaruhi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan. Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk menunda program pembangunan yang telah direncanakan.

“Saya ingin per 1 Juli pembangunan sudah mulai berjalan. Jangan sampai terlalu lama tertahan. Jika ada yang perlu disesuaikan, segera selesaikan agar program dapat dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.

Inisiatif Pemkab Bekasi untuk mempercepat pembangunan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, serta memenuhi kebutuhan infrastruktur yang semakin mendesak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bekasi untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button