PSI Bajak Kader PDIP dan Partai Lain Berisiko Jadi Bumerang!

Jakarta, Maret.id — Direktur Eksekutif P3S, Jerry Massie, menilai bahwa upaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk merekrut kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapat berpotensi menjadi boomerang. Hal tersebut terjadi di tengah perjuangan PSI untuk menembus ambang batas parlemen yang ditentukan.
Jerry mengingatkan bahwa strategi tersebut merupakan kesalahan besar, terutama bagi Presiden Joko Widodo. “Jokowi lupa siapa dirinya dan latar belakang politiknya,” tegas Jerry dalam keterangan yang diterima oleh media di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa basis pendukung PDIP memiliki loyalitas ideologis yang kuat, yang tidak mudah tergoyahkan oleh tawaran manuver politik dari partai lain.
Loyalitas Ideologis PDIP
Menurut Jerry, militansi pemilih dan kader PDIP sangat sulit untuk dipengaruhi. “Mereka memiliki ikatan batin dan sejarah perjuangan panjang dengan partai,” tuturnya. Di sisi lain, PSI menghadapi realitas berbeda karena hingga saat ini belum memiliki basis pemilih tetap yang kuat dan terjalin dengan baik di tingkat lapangan.
“Upaya untuk mengambil jalan pintas dengan merekrut kader partai lain, alih-alih membangun basis dari bawah justru menjadi strategi yang keliru,” ungkap Jerry. Dia menjelaskan bahwa elektabilitas PSI saat ini tercatat hanya sekitar 1,2 persen, angka yang masih jauh tertinggal dari ambang batas parlemen yang ditetapkan sebesar 4 persen.
Strategi yang Keliru
Jerry juga menggarisbawahi bahwa merekrut kader PDIP tidak akan secara otomatis mengalihkan basis massa mereka ke PSI. “Sementara di sisi lain, PSI tidak memiliki basis pemilih tetap yang bisa diandalkan untuk meningkatkan elektabilitas,” bebernya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi PSI dalam upaya mereka untuk menembus batasan parlemen.
Dia juga memberikan peringatan keras bahwa upaya untuk membajak kader PDIP tidak hanya dianggap sebagai langkah politik yang tidak rasional, tetapi juga berpotensi dilihat sebagai bentuk pengkhianatan. “PDIP merupakan kendaraan utama yang membesarkan nama Jokowi di panggung politik nasional,” pungkas Jerry.
Kesulitan PSI dalam Menarik Pemilih
Dalam konteks ini, Jerry menekankan pentingnya bagi PSI untuk membangun basis pemilih yang solid terlebih dahulu. Dengan situasi ini, elektabilitas mereka tetap terancam rendah jika tidak ada langkah-langkah strategis yang lebih bijak dalam mendekati pemilih.
“Jika PSI terus berfokus pada strategi yang kurang tepat, mereka dapat terjebak dalam masalah yang lebih besar di masa depan,” ujarnya. Sebagai catatan, pergeseran dukungan dalam politik Indonesia sering kali melibatkan banyak faktor, termasuk loyalitas ideologis dan sejarah yang terjalin antara partai dan pendukungnya.





